Rusia Sarankan AS Rilis Komunikasi Bilateral Terkait Pemilu 2016

Rabu, 11 Desember 2019 - 10:01 WIB
Rusia Sarankan AS Rilis...
Rusia Sarankan AS Rilis Komunikasi Bilateral Terkait Pemilu 2016
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menyatakan Moskow ingin merilis rekaman komunikasi dengan Amerika Serikat (AS) yang membersihkan Rusia dari tuduhan intervensi pemilu presiden AS 2016, tapi Washington menghalangi rilis tersebut.

Saat konferensi pers dengan Menlu AS Mike Pompeo, Lavrov kembali menyangkal tuduhan AS bahwa Moskow berupaya mempengaruhi pemilu 2016 yang menghasilkan kemenangan Presiden Donald Trump.

"Kami sarankan pada mitra kami bahwa untuk menepis semua kecurigaan yang tidak berdasar: Biarkan kami merilis pembicaraan saluran tertutup mulai dari Oktober 2016 hingga November 2017 sehingga semua akan menjadi sangat jelas bagi banyak orang," papar Lavrov melalui penerjemah dalam konferensi pers itu, dilansir Reuters.

Lavrov menambahkan, "Namun, disesalkan, pemerintahan ini menolak melakukannya." Sebelumnya, Lavrov telah bertemu Trump di Gedung Putih.

"Kami siap melakukan itu, untuk merilis korespondensi yang terjadi," papar Lavrov.

Belum jelas apa komunikasi yang dimaksud oleh Lavrov. Dia menjelaskan, Moskow menggunakan saluran-saluran yang ada antara Washington dan Moskow saat itu pada 2016 dengan pemerintahan Barack Obama. Lavrov menyatakan mendapat respon nol saat Rusia meminta peluang utnuk secara langsung membahas berbagai tuduhan itu.

Badan intelijen AS menyimpulkan bahwa Rusia mencampuri kampanye pemilu dan sejumlah warga serta entitas Rusia didakwa oleh Penasihat Khusus AS Robert Mueller.

Pompeo yang berdiri di samping Lavrov memperingatkan agar Rusia tidak intervensi pada pemilu AS November mendatang. "Jelas itu tak dapat diterima dan saya berharap Rusia bersih. Pemerintahan Trump akan selalu bekerja untuk melindung integritas pemilu kami. Baik Rusia atau aktor asing lainnya yang ingin merusak proses demokrasi kami, kami akan mengambil langkah untuk meresponnya," ujar Pompeo.
(sfn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
59 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved