AS Negara yang Paling Getol Penjarakan Anak-anak

Selasa, 10 Desember 2019 - 01:04 WIB
AS Negara yang Paling...
AS Negara yang Paling Getol Penjarakan Anak-anak
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang paling banyak memenjarakan anak-anak, termasuk lebih dari 100 ribu anak dalam tahanan terkait imigrasi, yang melanggar hukum internasional. Hal itu terungkap dalam laporan PBB.

Manfred Nowak, salah satu peneliti independen yang turut terlibat dalam penulisan laporan itu mengatakan, di seluruh dunia lebih dari 7 juta orang di bawah usia 18 tahun ditahan di penjara dan tahanan polisi, termasuk 330 ribu di pusat-pusat penahanan imigrasi.

Menurut Studi Global PBB tentang Anak-anak yang Tidak Mendapat Kebebasan, anak-anak hanya boleh ditahan sebagai langkah terakhir dan untuk waktu sesingkat mungkin. "AS adalah salah satu negara dengan jumlah tertinggi. Kita masih memiliki lebih dari 100 ribu anak dalam penahanan terkait migrasi di (AS)," kata Nowak dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya.

"Tentu saja memisahkan anak-anak, seperti yang dilakukan oleh administrasi Donald Trump, dari orang tua mereka dan bahkan anak-anak kecil di perbatasan Meksiko-AS, benar-benar dilarang oleh Konvensi Hak-Hak Anak. Saya akan menyebutnya perlakuan tidak manusiawi untuk orang tua dan anak-anak," sambungnya.

Dia mengatakan, AS telah meratifikasi perjanjian internasional besar, seperti yang menjamin hak-hak sipil dan politik dan melarang penyiksaan, tetapi merupakan satu-satunya negara yang tidak meratifikasi pakta tentang hak-hak anak.

"Cara mereka memisahkan bayi dari keluarga hanya untuk mencegah migrasi tidak teratur dari Amerika Tengah ke AS merupakan perlakuan tidak manusiawi, dan itu benar-benar dilarang oleh dua perjanjian," ucapnya.

Nowak menuturkan, AS menahan rata-rata 60 dari setiap 100 ribu anak dalam sistem peradilan atau tahanan terkait imigrasi. Jumlah ini merupakan yang paling tinggi di dunia, diikuti oleh negara-negara seperti Bolivia, Botswana, dan Sri Lanka.

"Meksiko, di mana banyak migran Amerika Tengah telah dikembalikan ke perbatasan AS, juga memiliki jumlah yang tinggi, dengan 18 ribu anak dalam tahanan terkait imigrasi dan 7.000 di penjara biasa," katanya.

Dia menambahkan, setidaknya 29 ribu anak-anak, terutama yang terkait dengan ISIS, ditahan di Suriah utara dan di Irak, dengan jumlah paling besar beraasl dari Prancis. Menurutnya, bahkan jika beberapa dari anak-anak ini adalah tentara anak-anak, mereka harus diperlakukan sebagai korban, bukan pelaku, sehingga mereka dapat direhabilitasi dan diintegrasikan kembali ke masyarakat.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
36 menit yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
1 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
2 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
3 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
4 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved