Israel Ancam Vietnamkan Suriah dan Serangan Preemptive ke Iran

Senin, 09 Desember 2019 - 09:02 WIB
Israel Ancam Vietnamkan...
Israel Ancam Vietnamkan Suriah dan Serangan Preemptive ke Iran
A A A
TEL AVIV - Rezim Zionis Israel mengancam akan menjadikan Suriah menjadi perang abadi yang sebanding dengan Perang Vietnam yang dilakukan Amerika Serikat (AS) selama paruh kedua abad 20. Negara Yahudi itu juga mengancam akan melakukan serangan preemptive ke wilayah Iran.

Rezim Zionis menganggap Iran terus mengerahkan pasukan dan senjata di Suriah dengan tujuan untuk menyerang Israel.

Teheran telah membantah tuduhan itu, dan bersikeras bahwa mereka hanya mengirim penasihat militer untuk membantu pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Ancaman rezim Zionis terhadap Suriah dilontarkan Menteri Pertahanan Naftali Bennett. Menurutnya, Suriah bisa menjadi perang abadi dan tidak menyenangkan seperti Perang Vietnam yang dilakukan AS. Faktanya, AS kalah dalam Perang Vietnam.

"Kami memberi tahu orang-orang Iran; Suriah akan menjadi Vietnam Anda. Jika Anda tidak pergi, Anda akan mengakar dan Anda akan berdarah karena kami akan bekerja tanpa ragu-ragu untuk mengeluarkan pasukan agresif dari Suriah," kata Bennett, seperti dikutip Sputniknews, Senin (9/12/2019).

Ancaman itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia Corriere Della Sera menyatakan bahwa Tel Aviv tidak mengesampingkan melakukan serangan preemptive terhadap Teheran jika negara itu membangun senjata nuklirnya sendiri.

"Itu pilihan. Kami tidak akan membiarkan Iran memproduksi atau mendapatkan senjata nuklir. Jika satu-satunya pilihan yang tersisa bagi kami adalah opsi militer, kami akan bertindak secara militer. Ancaman sanksi tidak cukup. Satu-satunya pencegah adalah ancaman militer diarahkan terhadap rezim (Iran)," kata Katz.

Tel Aviv selama ini telah menyerang negara-negara tetangganya dengan klaim mencegah mereka memperoleh senjata nuklir. Pada Juni 1981, Tel Aviv meluncurkan operasi militer dengan sandi "Operation Opera", di mana jet-jet tempur Israel menghancurkan reaktor nuklir Irak yang sedang dibangun tidak jauh dari Baghdad. Tel Aviv mengklaim telah bertindak membela diri untuk mencegah pemerintah Saddam Hussein memproduksi senjata nuklir.

Setelah Operation Opera, Tel Aviv memprakarsai apa yang disebut doktrin mantan Perdana Menteri Israel Menachem Begin, yang menyarankan bahwa serangan itu bukan anomali dan bahwa pemerintah Israel di masa depan harus melanjutkan praktik serangan pencegahan dan serangan udara terhadap negara tetangga yang berupaya mendapatkan senjata pemusnah massal.

Israel, yang secara rutin menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, secara luas diyakini berada di belakang serangan siber worm Stuxnet 2010 terhadap komputer Iran yang menyebabkan penghancuran beberapa sentrifugal di pabrik nuklir Natanz. Tidak ada entitas yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber yang merusak tersebut.

Angkatan Udara Israel juga telah melakukan banyak serangan udara terhadap objek-objek di Suriah, mengklaim menargetkan pasukan dan senjata Iran. Menurut Tel Aviv, Teheran menyediakan senjata ke Damaskus sebagai alat untuk menyerang Israel.
(mas)
Berita Terkait
Iran Ancam Serang Seluruh...
Iran Ancam Serang Seluruh Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Perang Pecah, Begini...
Perang Pecah, Begini Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel
Tak Hanya Ancaman, Israel...
Tak Hanya Ancaman, Israel Siapkan Opsi Militer Menyerang Iran
Perang Pecah, Israel...
Perang Pecah, Israel Bombardir Rumah Pejabat Militer dan Politik Iran
TV Pemerintah Iran:...
TV Pemerintah Iran: 50.000 Pasukan AS dalam Jangkauan Militer Iran, Pertempuran Baru Dimulai!
Wanita Ini di Balik...
Wanita Ini di Balik Penciptaan GBU-57, Bom AS yang Menembus Situs Nuklir Iran
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
1 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
2 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved