Trump Minta Jong-un Tak Tempatkan Hubungan Khusus Dalam Bahaya

Senin, 09 Desember 2019 - 04:32 WIB
Trump Minta Jong-un...
Trump Minta Jong-un Tak Tempatkan Hubungan Khusus Dalam Bahaya
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un bahwa diktator muda itu bisa membahayakan "hubungan khusus" mereka jika rezimnya mulai bersikap agresif. Selain itu, sikap Korut yang memilih untuk meninggalkan komitmen terhadap denuklirisasi juga akan menjadi faktor yang bisa membuat “hubungan khusus“ kedua pemimpin menjadi renggang.

"Kim Jong-un terlalu pintar dan mendapat banyak kerugian, jika dia bertindak dengan cara yang bermusuhan," kata Trump lewat cuitan di akun twitternya. "Dia tidak ingin membatalkan hubungan istimewanya dengan Presiden Amerika Serikat atau mencampuri Pemilihan Presiden AS pada bulan November," lanjut Trump

Seperti dilaporkan USA Today, Minggu (8/12), Trump mengingatkan Jong-un akan komitmennya tersebut. Menurut Trump, rezim Jong-un harus melakukan denuklirisasi seperti yang dijanjikan. "NATO, China, Rusia, Jepang, dan seluruh dunia bersatu dalam masalah ini!" Kata Trump.

Pada akhir pekan kemarin, Korut mengumumkan bahwa mereka telah melakukan "tes yang sangat penting" di sebuah situs rudal jarak jauh. Padahal tahun lalu, Trump melayangkan pujian pada Jong-un karena telah membongkar situs nuklir itu dan menyebutnya sebagai bukti komitmen Korut terhadap denuklirisasi.

Setelah pertemuan pertama di Singapura pada Juni 2018, Trump dengan bangga mengumumkan bahwa Jong-un telah menyetujui "denuklirisasi lengkap" di Semenanjung Korea dan bahwa Jong-un "telah menghancurkan situs utama pengujian mesin rudal."

Sementara saat ini, citra satelit menunjukkan bahwa uji coba mesin roket Korut dilangsungkan di antara struktur yang dibongkar di Sohae Satellite Launching Ground. Para ahli percaya, lokasi itu adalah pusat pengembangan mesin untuk rudal balistik antarbenua. Pada bulan Maret, intelijen Korea Selatan melaporkan bahwa pekerjaan sedang dilakukan untuk membuat situs tersebut berfungsi kembali.

Korut sendiri tidak memberikan rincian tentang sifat dari tes yang baru saja mereka lakukan. Namun Kim Dong-yub, seorang analis di Institute for Far Eastern Studies, Seoul, mengatakan kepada Associated Press bahwa uji coba itu mungkin merupakan uji pertama rezim Korut terhadap mesin bahan bakar padat untuk rudal balistik antarbenua. Roket itu sebelumnya menggunakan bahan bakar cair dan beralih ke bahan bakar padat, yang diyakini akan meningkatkan mobilitas sambil memotong waktu yang dibutuhkan untuk peluncuran.
(esn)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
33 menit yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
1 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
2 jam yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
3 jam yang lalu
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
4 jam yang lalu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
5 jam yang lalu
Infografis
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved