Australia Batasi Transfer Medis Pengungsi dari Kamp Pasifik

Rabu, 04 Desember 2019 - 12:01 WIB
Australia Batasi Transfer...
Australia Batasi Transfer Medis Pengungsi dari Kamp Pasifik
A A A
SYDNEY - Australia mencabut hak para dokter untuk memerintahkan para pencari suaka yang sakit agar dipindahkan dari dua pusat penahanan di Pasifik untuk perawatan medis.

Para pengkritik menilai kebijakan baru itu membahayakan nyawa para pengungsi. Sesuai kebijakan imigrasi Australia yang kontroversial, para pencari suaka yang tercegat di laut dikirim ke kamp-kamp di Papua Nugini dan Nauru. Mereka tidak boleh menginjakkan kaki di Australia, bahkan jika mereka dinyatakan sebagai pengungsi.

Namun pada Februari, koalisi Liberal-Nasional yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Scott Morrison menjadi pemerintahan pertama yang kalah voting di majelis rendah sejak 1941 saat para anggota parlemen independen dan oposisi bergabung untuk memberi para dokter hak memerintahkan pencari suaka dikirim ke Australia jika memerlukan perawatan medis.

Setelah terpilih lagi pada Mei, Morrison menyatakan pemerintahannya akan mencabut legislasi itu meski dia memerlukan dukungan dari kubu independen karena koalisi berkuasa tidak meraih mayoritas di Senat Australia.

Setelah beberapa pekan negosiasi, pencabutan legislasi itu disahkan Senat dengan 37 suara mendukung dan 35 suara menolak.

"Anda dapat memperoleh saran dari dokter, tapi dokter tidak dipilih. Mereka tidak bertanggung jawab pada publik," ujar anggota parlemen independen Jacqui Lambie yang mengikuti voting di Senat.

Sekitar 500 pria dan wanita masih berada di pusat penahanan. Mereka banyak yang mengalami masalah kesehatan mental setelah lebih dari enam tahun ditahan.Perserikatan Bangsa-Bangsa berulang kali mengkritik pusat penahanan yang dikontrol Australia itu karena kurang layanan medis dan layanan kesehatan mental.
(sfn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
27 menit yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
1 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
2 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
3 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
4 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved