Masa Tua Terasa Lebih Indah dengan Mengenang Indonesia

Rabu, 04 Desember 2019 - 05:43 WIB
Masa Tua Terasa Lebih...
Masa Tua Terasa Lebih Indah dengan Mengenang Indonesia
A A A
SETELAH meninggalkan Indonesia, Gladys dan keluarganya sempat menetap di Perth untuk beberapa tahun, lalu akhirnya kembali ke Swiss lagi. Gladys dan ibunya, Gret, menetap di Bern, begitu pula Bernie, kakaknya.

Saat kembali ke Swiss, bukan jaminan bahwa kehidupan keluarga Kurt setenang air telaga Thun di Spiez, Berner Oberland. Ayah Gladys, Kurt justru mengalami trauma akibat kehidupannya saat masa Hindia Belanda. Pada suatu pagi, menjelang Natal, Kurt tidak pulang lagi setelah hiking di Isetwald, Berner Oberland. Spekulasi beredar, Kurt terpeleset dan terpelanting ke jurang. Sebagian menganggapnya Kurt memilih membebaskan hidupnya. Tidak diketahui, ke mana Kurt pergi. Pada pagi itu, keluarga hanya menemukan secarik puisi.

Bertindak Sesuai Alasan, Tanpa Ada Drama, Tanpa Ada Kejutan, Untuk Pergi Diam Diam dengan Bebas. Demikian isi puisi yang ditinggalkan Kurt sebelum kematian misteriusnya.

Sepeninggal ayahnya, Gladys berupaya keras melanjutkan kehidupannya. Gladys sempat sekolah penerjemah di Jenewa, namun tidak diteruskan karena dianggapnya tidak cocok. “Banyak teman mendukung karena saya dianggap berbakat dalam bahasa. Tapi pada akhirnya saya juga menyerah,” katanya.

Gladys muda lantas menekuni profesi sebagai tenaga ahli laboratorium dan menemukan pasangan hidupnya, Dokter Hans Lungibuehl. Bersama Hans, Gladys memiliki empat anak. “Sudah besar semua, kami tinggal berdua saja di sini,“ kata Gladys.

Sebagai salah satu saksi hidup era kolonialisme Belanda di Indonesia, tapi sosok Gladys justru tak banyak muncul ke publik. Bahkan, dia pun seperti hilang dari radar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bern, Swiss. Setidaknya dalam 10 tahun belakangan ini, tamu-tamu ekspatriat yang ke KBRI Bern lebih didominasi kalangan seniman, penari, pemilik sekolah gamelan, atau sejenisnya. Meski demikian, Gladys mengaku tidak sepenuhnya putus kontak dengan Indonesia. “Saya ada beberapa kawan dari Indonesia di Swiss, tapi tidak banyak,” katanya.

Dia mengaku sesekali bertemu kawan-kawan asal negara yang membuatnya selalu bahagia. Namun, kini dia lebih banyak menghabiskan waktunya di Spiez yang tenang bersama Hans, suaminya. Jika ada kunjungan dari orang Indonesia, Gladys begitu bersukacita. “Ya, kemarin juga ada, bawa nasi goreng, dan kami makan siang bersama,” katanya.

Dia sangat berharap, Indonesia, negeri yang selalu dirindukannya itu, menjadi sebuah negeri adil dan makmur. “Tentu zaman sudah berubah, tapi Indonesia tetap di hati saya,” katanya.

Beberapa kali dia bersama suami dan anak-anaknya liburan ke Indonesia. Namun, dari beberapa kunjungan itu, ada kunjungan yang khusus, yakni saat bersama Miranda Christa, keponakannya, putri Bernhard Surbek. “Kami mengunjungi tempat masa lalu kami, rumah sakit di mana saya lahir atau di mana Solsana pernah ada,” katanya.

Kunjungan khusus ini lantas menjadi sebuah film satu jam tentang perjalanan Gladys dan kedua orang tuanya di Indonesia berjudul Gladys Reise (Perjalanan Gladys).

Di beranda belakang rumahnya yang dipenuhi kebun anggur, Gladys tak segan-segan berujar, Indonesia adalah tanah air di hatinya. “Semua indah di sana, paradise. Kalian beruntung memiliki negara seindah itu dan seramah itu kehidupan masyarakatnya,” katanya.

Krisna Diantha
Kontributor Koran SINDO, Swiss
(nfl)
Berita Terkait
Swiss Usulkan Denda...
Swiss Usulkan Denda Rp15 Juta Bagi Pelanggar Larangan Burqa
Hasil Serbia vs Swiss:...
Hasil Serbia vs Swiss: 4 Gol Tercipta di Babak Pertama!
Perempuan Penjaga Bonbin...
Perempuan Penjaga Bonbin Swiss Tewas Diterkam Harimau Siberia
Ada Masalah Teknis,...
Ada Masalah Teknis, Pesawat Menlu Swiss Mendarat di Moskow
Peneliti Swiss Temukan...
Peneliti Swiss Temukan Konsentrasi Kecil Covid-19 di Air Limbah
Kehebatan Jet Tempur...
Kehebatan Jet Tempur F/A-18 Hornet, Bisa Mendarat di Jalan Raya
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
10 menit yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
3 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved