Kim Jong-un Rayakan Pembukaan Kota 'Utopia Sosialis' Samjiyon

Selasa, 03 Desember 2019 - 14:43 WIB
Kim Jong-un Rayakan...
Kim Jong-un Rayakan Pembukaan Kota 'Utopia Sosialis' Samjiyon
A A A
PYONGYANG - Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara (Korut) merayakan rampungnya proyek pembangunan kota Samjiyon, sebuah kota baru di dekat gunung suci tempat keluarganya mengklaim asal-usul. Media pemerintah menyebut Samjiyon sebagai kota "utopia sosialis" yang menjadi lambang peradaban modern.

Pembukaan kota baru ini dirayakan dengan pesta kembang api besar-besaran pada hari Senin. Menurut kantor berita negara Korut, KCNA, kota baru ini berada di dekat Gunung Paektu.

Surat kabar Rodong Sinmun, corong Partai Buruh yang berkuasa, memuat foto-foto yang memperlihatkan Kim Jong-un tersenyum ketika ia memotong pita pada upacara pembukaan kota. Bangunan-bangunan di kota tersebut juga terlihat bersalju.

Menuru surat kabar tersebut, Samjiyon merupakan kota "utopia sosialis" dengan apartemen baru, hotel, resor ski serta fasilitas komersial, budaya dan medis.

KCNA melaporkan, kota Samjiyon dapat menampung 4.000 keluarga serta memiliki 380 blok bangunan umum dan industri yang membentang ratusan hektare.

Kota ini tercatat sebagai salah satu inisiatif ekonomi terbesar yang diluncurkan Kim Jong-un sebagai bagian dari upayanya untuk ekonomi mandiri. Namun, pembangunannya tertunda, terutama karena kekurangan bahan bangunan dan tenaga kerja sebagai akibat dari sanksi internasional yang dijatuhkan untuk mengekang program nuklir Pyongyang.

Pada hari Selasa, Pyongyang memperingatkan lagi bahwa batas waktu akhir tahunnya bagi Amerika Serikat untuk mengubah "kebijakan bermusuhan". Menurut rezim Kim Jong-un, batas waktu itu semakin dekat dan terserah bagi Washington untuk memutuskan "hadiah Natal" apa yang akan datang pada akhir tahun.

Ri Thae Song, Wakil Menteri Korea Utara untuk Urusan Luar Negeri yang bertanggung jawab atas hubungan Korut dengan AS, mengatakan seruan Washington untuk perundingan lebih lanjut adalah tipuan bodoh yang ditetaskan untuk membuat Korut terikat untuk berdialog dan menggunakannya demi situasi politik dan pemilu AS.

“DPRK (Korea Utara) telah melakukan yang terbaik dengan ketekunan maksimum untuk tidak mundur dari langkah-langkah penting yang telah diambil atas inisiatifnya sendiri,” kata Ri. "Apa yang tersisa untuk dilakukan sekarang adalah opsi AS dan sepenuhnya tergantung pada AS apa hadiah Natal yang akan dipilih untuk didapatkan," ujarnya, seperti dikutip Reuters.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Kim Yo-jong: Amerika...
Kim Yo-jong: Amerika Serikat dan Korea Selatan Latihan Perang Nuklir
Kim Jong-un: Korea Utara...
Kim Jong-un: Korea Utara Harus Siap Menduduki Korea Selatan
Trump Bertemu Presiden...
Trump Bertemu Presiden Korsel tapi Justru Memuji Kim Jong-un Berulang Kali
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
3 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
4 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
6 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
7 jam yang lalu
Infografis
7 Tantangan Zohran Mamdani...
7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved