Tujuh Aksi Teror Mematikan di Inggris, 2017 Paling Sering

Minggu, 01 Desember 2019 - 02:01 WIB
Tujuh Aksi Teror Mematikan...
Tujuh Aksi Teror Mematikan di Inggris, 2017 Paling Sering
A A A
LONDON - Kepolisian Inggris pada Jumat (29/11) waktu setempat menembak mati pria yang memakai rompi bom palsu dan menikam sejumlah orang di London Bridge. Aksi teror itu mengingatkan kembali beberapa serangan paling mematikan di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Pertama, pada 19 Juni 2017, seorang pria Inggris mengemudikan van ke jamaah Muslim di luar masjid London mengakibatkan satu orang tewas dan beberapa orang lainnya terluka. Pria itu divonis bersalah dalam kasus pembunuhan. Dia mengaku ingin membunuh sebanyak mungkin orang dalam aksinya.

Kedua, pada 3 Juni 2017, tiga penyerang menabrakkan satu mobil van ke arah pejalan kaki di London Bridge, kemudian menikam orang di bar terdekat, menewaskan delapan orang dan melukai 48 orang lainnya sebelum polisi menembak mati tiga orang itu. Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab dalam aksi itu.

Ketiga, pada 22 Mei 2017, seorang pelaku bom bunuh diri menewaskan 22 anak dan dewasa, serta melukai 59 orang lainnya di tempat konser di Manchester, saat penonton mulai meninggalkan konser penyanyi Amerika Serikat Ariana Grande. Kepolisian menyatakan Salman Abedi, 22, yang lahir di Inggris dari orangtua Libya merakit sendiri bom itu beberapa hari sebelum serangan.

Keempat, pada 22 Maret 2017, seorang pelaku menikam satu polisi dekat parlemen Inggris di London setelah satu mobil ditabrakkan ke pejalan kaki di dekat Westminster Bridge. Enam orang tewas, termasuk pelaku dan polisi yang ditikam.

Kelima, pada 16 Juni 2016, seorang pria yang membawa senapan dan pisau belati menembak serta menikam anggota parlemen Jo Cox di Inggris bagian utara, sepekan sebelum referendum Brexit.

Keenam, pada 22 Mei 2013, dua penyerang menabrak seorang tentara Inggris saat melintasi jalan di siang hari di London tenggara. Tentara itu kemudian dibunuh dengan pisau daging.

Ketujuh, pada 7 Juli 2005, empat pemuda Inggris meledakkan bom rakitan di dalam ransel di tiga kereta bawah tanah dan satu bus saat pagi hari. Aksi itu menewaskan empat pelaku dan 52 orang lainnya, serta melukai 700 orang. Aksi ini menjadi serangan bom bunuh diri pertama oleh militan di Eropa barat.
(sfn)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
29 menit yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
2 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
2 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
3 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
4 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved