Menteri Norwegia Bilang Bakar Alquran Bagian dari Kebebasan Berbicara

Sabtu, 30 November 2019 - 16:34 WIB
Menteri Norwegia Bilang...
Menteri Norwegia Bilang Bakar Alquran Bagian dari Kebebasan Berbicara
A A A
OSLO - Menteri Kehakiman Norwegia Joran Kallmyr mengatakan pembakaran Alquran baru-baru ini oleh kelompok anti-Islamisasi merupakan bagian dari freedom of speech atau kebebasan berbicara. Namun, pejabat setempat takut tindakan keterlaluan seperti itu akan memicu pembalasan.

Kelompok Stop Islamisation of Norway (SIAN) telah memicu kemarahan komunitas Muslim setempat dan dunia setelah pemimpin mereka, Lars Thorsen, membakar salinan kitab suci umat Islam tersebut dalam demo di Kristiansnad 16 November 2019.

Kallmyr mengatakan tindakan kelompok SIAN yang memicu kontroversi tersebut harus dibahas di bawah komitmen negara terhadap hak kebebasan berbicara.

"Bahkan jika kita menahan diri dari membakar Alquran, kita harus menanggungnya dalam masyarakat kita karena kita memiliki kebebasan berbicara, dan membakar Alquran adalah bagian dari kebebasan berbicara tersebut," kata Menteri Kallmyr, seperti dikutip Verdens Gang yang dilansir Breitbart, Sabtu (30/11/2019).

Sebelum protes kelompok SIAN pecah, Direktur Polisi Benedicte Bjornland telah menginstruksikan petugas untuk menghentikan siapa pun yang mencoba membakar Alquran. (Baca: Keterlaluan, Demonstran Anti-Islam di Norwegia Membakar Alquran )

"Polisi telah berdialog dengan mereka sejak awal untuk memberi tahu mereka bahwa membakar (Alquran) di tempat-tempat umum sehubungan dengan demonstrasi tidak dapat diterima dan mengatakan bahwa mengingat konteksnya, orang-orang itu mungkin akan melanggar pasal 185 hukum pidana," kata Bjornland.

Martin Bernsen, pejabat dari Kantor Keamanan Polisi mengklaim bahwa pihak berwenang khawatir bahwa pembakaran kitab suci itu akan mengarah pada pembalasan."Kami melihatnya sebagai pemicu tindakan kekerasan, dan telah memberikan deskripsi situasi kepada polisi," katanya.

Pembakaran kitab suci Alquran telah dikecam oleh beberapa negara mayoritas Muslim termasuk Turki yang mengeluarkan siaran pers yang berbunyi; "Turki sangat mengutuk penghinaan terhadap kitab suci kami dan menyerukan kepada mereka yang bertanggung jawab untuk dibawa ke pengadilan". (Baca juga: Tendang Pembakar Alquran di Norwegia, Ilyas Dicap Pahlawan Muslim )

Di Karachi, Pakistan, demonstran membakar bendera Norwegia. Perusahaan telekomunikasi Norwegia, Telenor, memasang iklan di koran Pakistan yang mengecam pembakaran tersebut.

“Kami mengutuk keras kontaminasi Alquran yang terjadi di Norwegia dan terus mengungkapkan belas kasih kami yang terdalam. Kami berdiri dalam solidaritas dengan warga negara kami dan akan berkomitmen pada jutaan rakyat Pakistan di tahun-tahun mendatang," kata perusahaan itu.
(mas)
Berita Terkait
Turki dan Pakistan Bangun...
Turki dan Pakistan Bangun Kapal Perang Canggih Penyeimbang Kekuatan
Turki Tidak akan Hadiri...
Turki Tidak akan Hadiri Pertemuan Penting NATO di Norwegia
Risiko Perjuangan Erdogan...
Risiko Perjuangan Erdogan Mendukung Pakistan, Boikot Turki Menggema di India
Perdana Menteri Pakistan...
Perdana Menteri Pakistan Puji Pembukaan Kembali Hagia Sophia sebagai Masjid
Turki Kirim Kapal Perang...
Turki Kirim Kapal Perang dan Pesawat Hercules ke Pakistan, Ini 3 Bukti Keterlibatan Tanah Empat Musim
Respons Pemimpin Dunia...
Respons Pemimpin Dunia atas Operasi Sindoor, Turki: Perang Habis-habisan Terbuka Lebar
Berita Terkini
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
54 menit yang lalu
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
4 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
5 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
6 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
8 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved