Risiko Perjuangan Erdogan Mendukung Pakistan, Boikot Turki Menggema di India

Senin, 19 Mei 2025 - 03:50 WIB
loading...
Risiko Perjuangan Erdogan...
Boikot produk Turki menggema di India sebagai risiko perjuangan membantu Pakistan. Foto/X/@doyaksec
A A A
NEW DELHI - Apa yang dimulai sebagai seruan publik untuk memboikot perjalanan ke Turki kini telah meningkat menjadi perpecahan yang lebih luas, dengan India memutuskan hubungan dengan bisnis dan universitas Turki.

Kedinginan diplomatik bermula dari dukungan vokal Turki baru-baru ini untuk Pakistan selama permusuhan India-Pakistan baru-baru ini.

Risiko Perjuangan Erdogan Mendukung Pakistan, Boikot Turki Menggema di India

1. Melarang Perusahaan Turki Beroperasi di India

India melarang perusahaan Turki Celebi beroperasi di bandaranya, dengan alasan masalah keamanan nasional - tuduhan yang dibantah oleh perusahaan tersebut.

Beberapa universitas di India, termasuk Universitas Jawaharlal Nehru, Jamia Millia Islamia, dan Universitas Urdu Nasional Maulana Azad, juga telah menangguhkan hubungan akademis dengan lembaga-lembaga Turki.

Celebi, yang menangani layanan darat di bandara-bandara besar seperti Delhi dan Mumbai, telah resmi ditutup, sesuai dengan perintah kementerian penerbangan federal.

Menteri negara bagian penerbangan India mengatakan dalam sebuah posting di X bahwa dalam beberapa hari terakhir pemerintah telah menerima permintaan dari seluruh negeri untuk melarang perusahaan tersebut.

"Menyadari keseriusan masalah ini dan seruan untuk melindungi kepentingan nasional, kami telah menyadari permintaan ini. Kementerian Penerbangan Sipil telah mencabut izin keamanan perusahaan tersebut," menteri tersebut menyatakan.

Menurut laporan Bloomberg, Celebi mengatakan akan mengupayakan semua upaya "administratif dan hukum" untuk "memperjelas" tuduhan tersebut dan mengupayakan pembatalan perintah tersebut. Perusahaan tersebut juga menyebut pencabutan izin keamanannya "tidak adil".

"Perusahaan dan anak perusahaan kami tidak bertanggung jawab atas gangguan, penundaan, atau dampak negatif apa pun terhadap operasi bandara dan lalu lintas penerbangan sipil di India," kata Bloomberg mengutip pernyataan perusahaan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Berita Terkini
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved