Kuwait Kritik Perubahan Kebijakan AS Soal Permukiman Tepi Barat

Selasa, 26 November 2019 - 05:33 WIB
Kuwait Kritik Perubahan...
Kuwait Kritik Perubahan Kebijakan AS Soal Permukiman Tepi Barat
A A A
KAIRO - Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Sabah Al Khaled Al Sabah melemparkan kritikan tajam atas keputusan Amerika Serikat (AS) mengubah kebijakan terkait permukiman ilegal Israel di tanah Palestina. Dia menyebut hal tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Berbicara saat pertemuan darurat Liga Arab untuk membahas situasi Palestina, Al Sabah mengatakan, perubahan kebijakan ini adalah upaya untuk melegalkan penyelesaian dan resolusi itu merusak peluang untuk menghidupkan kembali proses perdamaian.

Al Sabah, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (26/11/2019), juga mengatakan Kuwait menegaskan kembali posisinya menolak deklarasi sepihak ini untuk menegaskan dukungannya bagi perjuangan Palestina.

"Kami memiliki tanggung jawab kolektif yang mengharuskan kami untuk bergabung dalam barisan kami, merumuskan tindakan kolektif dan bekerja sama dengan sekutu kami untuk mengembangkan peta jalan yang melaluinya kami dapat menghidupkan kembali proses perdamaian," ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri Luksemburg, Jean Asselborn meminta Uni Eropa (UE) untuk segera mengakui kedaulatan Palestina.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Der Tagesspiegel, Asselborn menyarankan bahwa UE harus mengakui Palestina sebagai negara untuk menunjukkan oposisi terhadap perubahan kebijakan pemerintah AS pada permukiman Israel di Tepi Barat.

"UE harus mengadakan debat tentang apakah akan pantas bagi semua negara UE untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Ini setidaknya bisa menciptakan penyeimbang terhadap kebijakan Trump," kata Asselborn.
(esn)
Berita Terkait
Dunia Berduka, Emir...
Dunia Berduka, Emir Kuwait Meninggal Dunia
Mengenang Emir Kuwait...
Mengenang Emir Kuwait Sheikh Sabah, Sang Pembela Persatuan Arab
Emir Kuwait Baru Tegaskan...
Emir Kuwait Baru Tegaskan Lagi Dukungan untuk Palestina
Kuwait Melepas Mendiang...
Kuwait Melepas Mendiang Sheikh Sabah, Emir Baru Resmi Dilantik
Sistem Pemungutan Suara...
Sistem Pemungutan Suara Pertama Berdasarkan Identitas Nasional dalam Pemilihan Kuwait
Sheikh Meshal Ditunjuk...
Sheikh Meshal Ditunjuk sebagai Emir Baru Kuwait
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
2 jam yang lalu
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
3 jam yang lalu
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
6 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
7 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
8 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
9 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved