Kerusuhan Pecah di Iran, IRGC Tuding Intelijen AS Terlibat

Minggu, 24 November 2019 - 17:27 WIB
Kerusuhan Pecah di Iran,...
Kerusuhan Pecah di Iran, IRGC Tuding Intelijen AS Terlibat
A A A
TEHERAN - Pejabat Iran mengatakan pasukan dan anggota Garda Revolusi turut membantu polisi dalam memadamkan kerusuhan dengan kekerasan yang pecah di Provinsi Kermanshah minggu ini. Ia juga menuding "agen AS" berada di antara para pengunjuk rasa.

Aksi protes berubah menjadi kerusuhan setelah pemerintah Iran mengeluarkan keputusan untuk menaikkan harga bensin. Kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan sedikitnya 30 orang tewas di Provinsi Kermanshah, menjadikannya yang terpukul paling parah oleh aksi protes selama berhari-hari di mana lebih dari 100 orang tewas di seluruh negeri. Namun Iran menolak angka kematian itu sebagai sebuah "spekulatif".

Kerusuhan tampaknya menjadi kekerasan terburuk setidaknya sejak Iran mengusir "Revolusi Hijau" pada tahun 2009, ketika puluhan pemrotes tewas selama beberapa bulan.

"Semua kekuatan Pengawal Revolusi, Basij (paramiliter), Kementerian Intelijen, polisi, dan tentara mengambil bagian secara aktif dalam mengendalikan situasi," kata Kepala Pengadilan Kermanshah, Parviz Tavassolizadeh, seperti dikutip kantor berita Fars yang dinukil Al Arabiya, Minggu (24/11/2019).

Fars melaporkan bahwa Tavassolizadeh mengatakan para perusuh bersenjata. "Mereka menghadapi agen dan membakar properti publik," katanya.

Sementara itu komandan Garda Revolusi Iran di Kermanshah, Bahman Reyhani mengatakan: "Para perusuh itu termasuk kelompok anti-revolusioner (oposisi diasingkan) dan dinas intelijen Amerika," lapor kantor berita Tasnim.

Reyhani tidak menyebutkan nama kelompok. Untuk diketahui militan Kurdi Iran yang bersenjata telah lama beroperasi di dekat perbatasan provinsi itu dengan Irak.

Para pejabat sebelumnya menyalahkan "preman" yang terkait dengan orang buangan dan musuh asing - AS, Israel dan Arab Saudi - karena mengobarkan kerusuhan, yang menyebabkan penahanan sekitar 1.000 demonstran.

Garda Revolusi mengatakan ketenangan telah kembali di Iran pada hari Kamis.

Juru bicara Garda Revolusi Iran Brigadir Jenderal Ramezan Sharif mengatakan aksi protes telah diprakarsai oleh kaum royalis yang berusaha mengembalikan dinasti Pahlavi yang digulingkan oleh revolusi 1979, dan kelompok oposisi bersenjata Mujahidin Khalq di pengasingan, kantor berita Tasnim melaporkan.

Dia mengatakan kelompok-kelompok "separatis" juga terlibat, tampaknya merujuk pada militan etnik Arab dan Kurdi.

"AS, Arab Saudi dan Israel serta dinas intelijen mereka membantu memicu peristiwa-peristiwa ini menyebabkan ketidakamanan di negara ini," tuding Sharif.

Aksi protes dimulai di beberapa daerah pada 15 November setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga bensin setidaknya 50 persen dan menerapkan penjatahan. Aksi ini lantas menyebar ke 100 kota ketika demonstran menuntut pejabat senior untuk turun.

Televisi pemerintah menunjukkan ribuan orang berbaris dalam unjuk rasa pro-pemerintah di beberapa kota pada hari Sabtu.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
32 menit yang lalu
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
4 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
5 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
6 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
7 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved