Pernah Ingin Membom Singapura, Ahli Kimia al-Qaeda Bebas dari Bui Malaysia

Jum'at, 22 November 2019 - 00:08 WIB
Pernah Ingin Membom...
Pernah Ingin Membom Singapura, Ahli Kimia al-Qaeda Bebas dari Bui Malaysia
A A A
KUALA LUMPUR - Yazid Sufaat, seorang kimiawan ahli pembuat senjata pemusnah massal yang direkrut al-Qaeda telah dibebaskan dari penjara Malaysia. Narapidana terorisme ini pernah merencanakan pemboman terhadap Singapura.

Dia dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara selama dua tahun di Malaysia. Pihak berwenang mengatakan dia akan diawasi dengan ketat.

Warga negara Malaysia berusia 55 tahun itu dituduh menggunakan gelarnya dalam ilmu biologi dan kimia dari California State University untuk membantu dan bersekongkol dengan al-Qaeda dan kelompok-kelompok teroris lainnya.

Yazid dibebaskan pada hari Rabu (20/11/2019) dari pusat penahanan Simpang Renggam di Johor setelah ditahan selama dua tahun di bawah Undang-Undang Pencegahan Terorisme (Pota).

Kepala divisi kontraterorisme Bukit Aman, Ayob Khan Mydin Pitchay, telah mengonfirmasi pembebasan Yazid kepada The Malaysian Insight (TMI), yang dikutip Kamis (21/11/2019).

Seorang sumber mengatakan kepada TMI bahwa Yazid dibebaskan atas instruksi Dewan Pencegahan Terorisme Malaysia pada Rabu pagi.

“Dewan pada pertemuannya bulan lalu memutuskan bahwa Yazid harus bebas hari ini (Rabu). Dewan mempertimbangkan semua aspek dari kondisi Yazid saat ia menjalani hukumannya, termasuk perilakunya dan apakah ia telah sepenuhnya bertobat," ujar sumber tersebut.

Dia terlibat dalam serangkaian kejahatan terkait terorisme. Pada 1990-an, dia diduga mencoba membuat senjata pemusnah massal dengan memuatkan strain anthrax yang mematikan ke amunisi. Pada tahun 2000, dia berusaha untuk mengebom Singapura menggunakan empat ton amonium nitrat.

Yazid pernah dilaporkan menjalani pelatihan militer di Afghanistan dan bertemu dengan pendiri al-Qaeda Osama bin Laden. Dia bahkan diduga hadir pada pertemuan di mana rencana mengenai serangan 11 September 2001 atau 9/11 dibahas.

Tak hanya itu, Yazid dituduh telah merekrut teroris untuk kelompok ISIS dan al-Qaeda. Tuduhan inilah yang membuatnya mendapatkan hukuman penjara dua tahun yang baru saja dia selesaikan. Secara total, dia telah menghabiskan hukuman 12 tahun berturut-turut di balik jeruji besi.

Pihak berwenang Malaysia mengatakan bahwa ahli kimia jebolan kampus Amerika Serikat itu diperintahkan untuk memakai perangkat pemantauan elektronik dan tetap berada di distrik tertentu di Kuala Lumpur. Dia juga perlu melapor ke polisi dua kali seminggu jika dia berharap untuk keluar dari penjara.
(mas)
Berita Terkait
6 Perbedaan Antara ISIS...
6 Perbedaan Antara ISIS dan Al-Qaeda
Serangan Barbar! KKB...
Serangan Barbar! KKB Serang Sebuah Desa dan Bantai 100 Orang
Benarkah Al Qaeda Didanai...
Benarkah Al Qaeda Didanai Israel? Ini Penjelasannya
Gerilyawan Serang Konvoi...
Gerilyawan Serang Konvoi Kendaraan, 11 Tentara Tewas dan 50 Warga Sipil Hilang
AS: ISIS dan Al-Qaeda...
AS: ISIS dan Al-Qaeda Bisa Bangkit Kembali di Afghanistan dalam Kurun 6-36 Bulan
3 Kelompok Teroris di...
3 Kelompok Teroris di Afrika, Yang Paling Populer Adalah Boko Haram
Berita Terkini
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
17 menit yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
1 jam yang lalu
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
2 jam yang lalu
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
2 jam yang lalu
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
3 jam yang lalu
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
3 jam yang lalu
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved