Dukung Demonstran, Penyanyi Chile Umbar Payudara di Grammy Latin

Sabtu, 16 November 2019 - 09:34 WIB
Dukung Demonstran, Penyanyi...
Dukung Demonstran, Penyanyi Chile Umbar Payudara di Grammy Latin
A A A
LAS VEGAS - Penyanyi Chile, Mon Laferte, memperlihatkan payudaranya dalam acara penghargaan Grammy Latin di Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Aksinya itu sebagai dukungan kepada demonstran anti-pemerintah di negara asalnya.

Penyanyi dan penulis lagu berusia 36 tahun itu melakukan protes diam-diam terhadap kebrutalan polisi pada Kamis malam ketika dia berjalan di karpet merah dalam penghargaan untuk para musisi tersebut di Las Vegas.

Pada satu kesempatan, Laferte berhenti dan membuka jaket hitamnya untuk mengungkapkan frasa “En Chile torturan violan y matan” yang tertulis di dadanya. Frasa itu bermakna; “Di Chile mereka menyiksa, memerkosa, dan membunuh”.

Chile telah dilanda protes besar-besaran selama lebih dari sebulan. Demonstran memprotes pengucilan politik dan ketidaksetaraan ekonomi.

Lebih dari 20 orang tewas dalam demo rusuh, termasuk lima orang yang tewas di tangan pasukan polisi. Polisi juga dituduh melakukan penyiksaan, pemerkosaan, dan kekerasan tanpa pandang bulu selama menindak para demonstran.

Laporan terbaru dari organisasi medis utama di Chile, lebih dari 200 demonstran mengalami kebutaan sebagian dan total setelah ditembak dengan peluru pelet oleh polisi antihuru-hara. Ribuan orang telah ditangkap, meskipun sebagian besar telah dibebaskan segera setelah itu. (Baca: Ditembak Peluru Pelet di Bagian Mata, Ratusan Demonstran Chile Buta )

Laferte memenangkan penghargaan untuk album alternatif terbaik. Dia mempersembahkan penghargaan itu untuk rakyat Chile. Dia mem-posting foto protes di acara Grammy Latin pada halaman Instagram seperti dikutip The Guardian, Sabtu (16/11/2019). Dia menuliskan pesan;"Tubuh saya bebas untuk kebebasan Tanah Air."

Protes di negara Amerika Latin ini awalnya dipicu oleh kenaikan tarif kereta bawah tanah. Namun protes berubah menjadi tuntutan untuk reformasi konstitusi ekonomi dan politik yang disusun oleh diktator August Pinochet puluhan tahun silam.

Para pemrotes memenangkan perjuangan mereka pada Jumat pagi ketika Kongres Nasional atau Parlemen setuju untuk mengadakan referendum tahun depan untuk menggantikan konstitusi. Namun belum jelas apakah keputusan Parlemen itu akan meredam gelombang kemarahan para demonstran terhadap Presiden Sebastián Piñera.

Pada pekan ini, para pemain dengan tim sepak bola nasional Chile mengumumkan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan persahabatan minggu depan melawan Peru.

"Kami adalah pemain bola, tetapi di atas segalanya kami adalah orang dan warga negara," kata kapten tim nasional, Gary Medel, yang bermain sebagai pemain bertahan untuk klub Bologna.

"Saat ini Chile memiliki prioritas yang jauh lebih penting daripada pertandingan Selasa depan," ujarnya.

Beberapa pemain juga menyatakan dukungan. “Ada suasana yang sulit dan menurut saya kita tidak boleh bermain untuk menghormati apa yang terjadi di negara ini,” kata gelandang tengah Bayer Leverkusen, Charles Aránguiz.
(mas)
Berita Terkait
Demo Besar di Chile,...
Demo Besar di Chile, Gereja-gereja Dibakar
Tak Ingin Mayat Korban...
Tak Ingin Mayat Korban Covid-19 di Jalanan, Chile Gali 2.000 Kuburan
Gereja-Gereja Dibakar...
Gereja-Gereja Dibakar Demonstran, Saat Demo Besar di Chile
Cara Kreatif Demonstran...
Cara Kreatif Demonstran Chili Lanjutkan Aksi di Saat Pandemi
Dari Protes ke Kotak...
Dari Protes ke Kotak Suara, Chile Gelar Referendum Rubah Konstitusi
100 Pengacara Chile...
100 Pengacara Chile Laporkan PM Netanyahu sebagai Penjahat Perang ke Mahkamah Internasional
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
51 menit yang lalu
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
2 jam yang lalu
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 jam yang lalu
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
4 jam yang lalu
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
5 jam yang lalu
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved