Jerman Peringati 30 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin

Sabtu, 09 November 2019 - 22:24 WIB
Jerman Peringati 30...
Jerman Peringati 30 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin
A A A
BERLIN -

Jerman melakukan peringatan 30 tahun jatuhnya Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dan Timur. Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier dalam pidatonya menyampaikan ucapan terima kasih kepada negara-negara Eropa Timur karena memungkinkan revolusi damai.

"Bersama dengan teman-teman kami, kami ingat dengan rasa terima kasih yang mendalam atas peristiwa 30 tahun yang lalu," kata Steinmeier saat upacara di Bernauer Strasse Berlin Wall Memorial, yang juga dihadiri oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel dan kepala negara dari Polandia, Hongaria, Slovakia dan Republik Ceko.

"Tanpa keberanian dan keinginan untuk kebebasan orang Polandia dan Hongaria, Ceko dan Slowakia, revolusi damai di Eropa Timur dan penyatuan kembali Jerman tidak akan mungkin terjadi," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Sabtu (9/11/2019).

Di acara peringatan tersebut Steinmeier dan presiden Polandia, Hongaria, Slovakia dan Republik Ceko menempatkan mawar di celah kecil di sisa-sisa dinding

Pada Agustus 1989, penjaga perbatasan Hongaria untuk pertama kalinya memungkinkan orang-orang dari Jerman Timur untuk menyeberang dengan bebas ke Austria, membuka jalan bagi jatuhnya Tembok Berlin dan dengan itu berakhirlah Tirai Besi.

Steinmeier menunjukkan, bagaimanapun, bahwa peristiwa bersejarah itu tidak menandai akhir sejarah seperti yang dikatakan oleh sejarawan AS, Francis Fukuyama. "Perjuangan sistem politik terus berlanjut dan masa depan lebih tidak pasti daripada sebelumnya," ucapnya.

"Demokrasi liberal ditantang dan dipertanyakan. Itu sebabnya Jerman dan sekutu-sekutunya di Eropa harus berjuang setiap hari untuk Eropa yang damai dan bersatu dengan masing-masing negara harus melakukan bagiannya untuk mengatasi perbedaan," tambahnya.
(esn)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
8 menit yang lalu
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
1 jam yang lalu
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
1 jam yang lalu
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
3 jam yang lalu
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
6 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved