AS Sukses Uji Coba Sistem Laser Anti Drone Athena

Sabtu, 09 November 2019 - 11:57 WIB
AS Sukses Uji Coba Sistem...
AS Sukses Uji Coba Sistem Laser Anti Drone Athena
A A A
WASHINGTON - Kontraktor pertahanan Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin, mengumumkan bahwa mereka baru-baru ini telah menyelesaikan demonstrasi prototipe sistem laser Advanced Test High Energy Asset (ATHENA) dengan pihak Angkatan Udara.

Meskipun ini merupakan pengalaman pertama dengan senjata pertahanan anti drone, Angkatan Udara AS dapat mengoperasikan ATHENA di bawah bimbingan sistem komando dan kontrol pemerintah (C2) serta teknologi radar.

Menurut rilis tersebut, uji coba ATHENA berhasil dan memvalidasi sistem yang melaporkan kinerja rantai penghancuran penuh dengan menjatuhkan beberapa drone dengan sayap tetap dan putar pada rentang uji pemerintah di Fort Sill di Oklahoma.

"Sistem laser berenergi tinggi ATHENA dapat diangkut dan karenanya memungkinkan Angkatan Udara untuk menempatkannya di mana pun mereka perlu mempertahankan pangkalan dan aset bernilai tinggi," jelas kontraktor pertahanan itu seperti disitir dari Sputnik, Sabtu (9/11/2019).

Uji coba Angkatan Udara ini menandai pengumuman besar pertama tentang sistem anti-drone sejak demonstrasi pada Agustus 2017 untuk Angkatan Darat AS di White Sands Missile Range di New Mexico. Rekaman yang dirilis dari acara itu di bulan berikutnya menunjukkan ATHENA memutar dan berputar secara horizontal sebelum menyerang target dengan sinar laser spektral 60-kilowatt.

Tidak jelas berapa kilowatt yang digunakan dalam tes Angkatan Udara.

"Kami telah menyaksikan dalam berita baru-baru ini, solusi senjata laser jenis ini sangat penting untuk mencegah ancaman tipe kendaraan tak berawak, jadi ini adalah waktu yang menyenangkan bagi kami untuk menyaksikan para penerbang bersaing dengan teknologi kritis Lockheed Martin," kata Sarah Reeves, wakil presiden Lockheed Martin dari Program Pertahanan Misil.

"ATHENA telah berevolusi untuk memastikan integrasi dan ketangkasan adalah kunci dan itu tetap merupakan kemampuan yang terjangkau bagi para prajurit perang," imbuhnya.

Rilis ini mencatat bahwa demonstrasi tersebut memerlukan keterlibatan dari apa yang sedang dihadapi oleh angkatan bersenjata AS hari ini. Lockheed Martin telah vokal dalam dukungannya untuk mengintegrasikan sistem laser itu dengan semua cabang militer AS, karena cocok untuk kampanye udara, darat dan laut.

Uji coba terbaru ATHENA akan dilakukan segerta setelah Angkatan Darat AS mengumumkan program modernisasi 16 tahun untuk memerangi "aktor jahat" di Rusia dan China. Uji coba itu juga terjadi beberapa minggu setelah Teknologi Rainbow UAV Beijing membuat langkah penting di sektor tempur tak berawak dengan merakit pesawat tak berawak Rainbow-4 pertamanya di pabrik baru.
(ian)
Berita Terkait
Militer Irak Hancurkan...
Militer Irak Hancurkan Dua Drone yang Terbang di Atas Basis Militer AS
Drone Misterius Terbang...
Drone Misterius Terbang di Atas Fasilitas Militer AS, Berikut 6 Faktanya
DJI Tuduh AS Tanpa Malu...
DJI Tuduh AS Tanpa Malu Jiplak Teknologi Drone Militer China
Amerika Serikat Resmi...
Amerika Serikat Resmi Melarang Drone Buatan China Terbang
AS Bikin Kendaraan Militer...
AS Bikin Kendaraan Militer Loitering Munitions, Rudal yang Beroperasi Seperti Drone
6 Fakta tentang Pentagon...
6 Fakta tentang Pentagon Amerika Serikat
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
41 menit yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
1 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
2 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
3 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
6 Pekan, Houthi Tembak...
6 Pekan, Houthi Tembak Jatuh 7 Drone AS Senilai Rp3,4 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved