Israel Akui Menolong Kurdi Suriah yang Diinvasi Turki

Kamis, 07 November 2019 - 10:33 WIB
Israel Akui Menolong...
Israel Akui Menolong Kurdi Suriah yang Diinvasi Turki
A A A
YERUSALEM - Pemerintah Israel mengakui telah memberikan pertolongan kepada pasukan Kurdi Suriah yang jadi target invasi militer Turki dalam sebulan terakhir. Rezim Zionis memandang Kurdi Suriah sebagai penyeimbang pengaruh Iran.

Pengakuan soal bantuan itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Tzipi Hotovely di hadapan parlemen setempat pada hari Rabu. Dia juga mengaku Israel mengadvokasi musuh Ankara itu dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).

Ankara telah melancarkan serangan yang menargetkan milisi YPG Kurdi di Suriah timur laut setelah AS menarik sekitar 1.000 tentaranya di wilayah tersebut awal Oktober lalu. Langkah Washington itu telah dianggap Kurdi sebagai pengkhianatan mitra dalam memerangi kelompok Islamic Staet of Iraq and Levant/Syria (ISIL/ISIS).

Dalam perbedaan pendapat publik yang jarang terjadi dengan Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menawarkan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang Kurdi pada 10 Oktober. Menurut rezim Zionis, orang-orang Kurdi adalah komunitas yang gagah berani yang sedang menghadapi risiko pembersihan etnik oleh Turki dan sekutu-sekutunya di Suriah.

"Israel telah menerima banyak permintaan bantuan, terutama di bidang diplomatik dan kemanusiaan," kata Hotovely. "Kami mengidentifikasikan diri dengan kesedihan mendalam Kurdi, dan kami membantu mereka melalui berbagai saluran," ujarnya, dikutip Reuters, Kamis (7/11/2019).

Pejabat Kurdi Suriah tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Hotovely tidak merinci bantuan Israel yang diberikan. "Selama dialog dengan Amerika ...,kami menyatakan kebenaran kami tentang Kurdi...dan kami bangga telah mengambil sikap bersama orang-orang Kurdi," paparnya.

Israel telah menjaga hubungan militer, intelijen dan bisnis secara diam-diam dengan Kurdi sejak 1960-an. Pemerintah negara Yahudi itu melihat Kurdi—kelompok etnis minoritas yang terpecah di Irak, Turki, Suriah dan Iran—sebagai penyangga terhadap musuh bersama.

Salah satu pihak yang dianggap musuh oleh Israel adalah para milisi yang disponsori Iran, yang dikerahkan di dekat perbatasan Suriah-Israel.

"Israel memang memiliki kepentingan yang menonjol dalam menjaga kekuatan Kurdi dan minoritas tambahan di wilayah Suriah utara sebagai elemen moderat dan pro-Barat," kata Hotovely.

"Keruntuhan yang mungkin terjadi pada wilayah Kurdi di Suriah utara adalah skenario negatif dan berbahaya sejauh menyangkut Israel. Jelas sekali bahwa peristiwa semacam itu akan membawa penguatan elemen-elemen negatif di wilayah tersebut, yang dipimpin oleh Iran," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Ancam Kubur...
Erdogan Ancam Kubur Kurdi Suriah Jika Tak Letakkan Senjata
Erdogan: Turki Akan...
Erdogan: Turki Akan Ikut Campur Tanpa Kompromi di Suriah
Kekuasaan Bashar Al...
Kekuasaan Bashar Al Assad Terancam Tumbang, Pemberontak Kurdi Terus Berekspansi
Netanyahu Tegaskan Pendudukan...
Netanyahu Tegaskan Pendudukan Ilegal atas Tanah Suriah akan Berlangsung Selamanya
Terungkap, Israel Ingin...
Terungkap, Israel Ingin Tolong Assad dengan Imbalan Usir Iran dari Suriah
Netanyahu Kunjungi Wilayah...
Netanyahu Kunjungi Wilayah Suriah yang Baru Dicaplok Israel
Berita Terkini
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
50 menit yang lalu
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
1 jam yang lalu
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
2 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
3 jam yang lalu
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
4 jam yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
5 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved