Tolak Negosiasi, Khamenei Nyatakan Iran Terus Jadi Musuh AS

Senin, 04 November 2019 - 10:22 WIB
Tolak Negosiasi, Khamenei...
Tolak Negosiasi, Khamenei Nyatakan Iran Terus Jadi Musuh AS
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan bahwa Teheran akan terus menolak pembicaraan dengan Washington. Alasannya, perundingan semacam itu tidak akan bermanfaat bagi Iran.

"Salah satu cara untuk memblokir infiltrasi politik Amerika Serikat adalah dengan melarang perundingan dengan Amerika Serikat. Itu berarti Iran tidak akan menyerah pada tekanan Amerika," katanya, pada Minggu malam.

"Mereka yang percaya bahwa negosiasi dengan musuh akan menyelesaikan masalah kita adalah 100% salah," kata Khamenei, yang dikutip dari situsnya, Senin (4/11/2019). "Amerika Serikat selalu menanggung permusuhan terhadap Iran dan bahwa kebijakan ini tidak akan pernah berubah."

Hubungan antara Teheran dan Washington terus memburuk selama setahun terakhir menyusul penarikan sepihak AS dari kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015. Penarikan Washington dari perjanjian multinasional itu diikuti oleh penjatuhan sanksi baru dan sikap militer yang agresif Amerika di Teluk Persia.

Sikap keras Khamenei itu disampaikan menjelang peringatan 40 tahun penyanderaan para diplomat Washington di kedutaan Amerika Serikat di Teheran. Penyanderaan selama 444 hari itu terjadi setelah Revolusi Iran 1979.

Khamenei mengatakan perselisihan Iran dan AS tidak dimulai dengan pengambilalihan kedutaan.

"Itu kembali pada kudeta tahun 1953, ketika AS menggulingkan pemerintah nasional, yang telah membuat kesalahan dengan mempercayai AS, dan mendirikan pemerintahan boneka dan korupnya di Iran," imbuh Khamenei.

Kudeta yang diorganisir CIA itu, didukung oleh Inggris, dengan menggulingkan perdana menteri yang sangat populer, Mohammad Mossadegh. Pemimpin yang digulingkan itulah yang bertanggung jawab atas nasionalisasi industri minyak Iran.

Kudeta itu kembali menetapkan aturan Shah Pahlavi, raja terakhir Iran yang telah meninggalkan negaranya pada Agustus 1953 setelah mencoba memecat Mossadegh.

Khamenei menyinggung negosiasi antara Korea Utara dengan AS sebagai tanda ketidakpercayaan Washington."Mereka mengambil foto dan saling memuji, tetapi Amerika tidak sedikit pun mencabut sanksi (terhadap Korea Utara)," papar Khamenei.

"Begitulah cara mereka berunding; mereka akan mengatakan kami membawa Anda berlutut dan tidak akan membuat konsesi pada akhirnya," sambung Khamenei.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump: Jika Perundingan...
Donald Trump: Jika Perundingan Gagal, Iran dalam Bahaya Besar!
Donald Trump: AS Akan...
Donald Trump: AS Akan Serang Iran Lagi Jika Perlu!
Kissinger: AS Kembali...
Kissinger: AS Kembali ke JCPOA Iran Picu Lomba Senjata Nuklir Timur Tengah
Ogah Hadiri KTT Iran...
Ogah Hadiri KTT Iran Bentukan Putin, Trump Pilih Aktifkan Klausul Snapback
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Berita Terkini
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
30 menit yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
1 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
2 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
3 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
4 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved