Netanyahu Anggap AS Tak Bisa Diandalkan untuk Melawan Iran
Jum'at, 01 November 2019 - 13:55 WIB
Netanyahu Anggap AS Tak Bisa Diandalkan untuk Melawan Iran
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada sekelompok menteri Israel baru-baru ini bahwa mereka seharusnya tidak mengharapkan Amerika Serikat (AS) untuk mengambil tindakan serius terhadap Iran setidaknya hingga tahun depan.
Reaksi putus asa Netanyahu itu diungkap Channel 13 pada hari Kamis. Netanyahu pada hari Kamis mengisyaratkan kepada publik untuk pertama kalinya tentang kegelisahannya atas keraguan Washington untuk mengambil tindakan terhadap Teheran.
"Keberanian Iran di wilayah ini meningkat dan bahkan semakin kuat mengingat tidak adanya respons," katanya dalam upacara kelulusan perwira IDF, yang dilansir Times of Israel, Jumat (1/11/2019).
Beberapa minggu yang lalu, Netanyahu mengatakan kepada anggota kabinet dalam pertemuan tertutup bahwa Presiden AS Donald Trump tidak akan bertindak melawan Iran sampai pemilihan umum (pemilu) AS paling cepat November 2020.
Menurut laporan Channel 13, yang tidak mengutip seorang sumber, Netanyahu mengatakan kepada para menteri bahwa untuk sementara Israel harus berurusan sendiri dengan Iran. (Baca: Khawatir Diserang Iran, Seluruh Sistem Rudal Israel Siaga )
Para pejabat militer Israel telah menyatakan kekhawatiran dalam beberapa hari terakhir bahwa Iran akan merespons serangan Zionis terhadap posisi pasukan dan proksinya di Suriah. Kekhawatiran itu diperkuat oleh kurangnya keteguhan hati AS yang telah mengisyaratkan lepas tangan dari krisis di kawasan tersebut.
Pada hari Rabu, Kepala Angkatan Udara Amikam Norkin mengatakan seluruh sistem pertahanan udara Israel siaga untuk mengantisipasi serangan rudal atau pun drone bersenjata dari Iran maupun proksi-nya di seluruh wilayah Timur Tengah.
Ketegangan di sekitar Iran telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, di mana AS mengirim pasukan tambahan dan kapal perang ke Teluk Persia. Namun, Washington enggan bertindak setelah serangkaian serangan terhadap aset minyak di perairan Teluk Persia yang dituduhkan pada Iran.
Iran sendiri telah menjatuhkan pesawat nirawak mata-mata AS beberapa bulan lalu dan Washington tidak melakukan respons militer. Trump yang sedianya akan menyerang Iran tiba-tiba membatalkannya pada menit-menit akhir.
Reaksi putus asa Netanyahu itu diungkap Channel 13 pada hari Kamis. Netanyahu pada hari Kamis mengisyaratkan kepada publik untuk pertama kalinya tentang kegelisahannya atas keraguan Washington untuk mengambil tindakan terhadap Teheran.
"Keberanian Iran di wilayah ini meningkat dan bahkan semakin kuat mengingat tidak adanya respons," katanya dalam upacara kelulusan perwira IDF, yang dilansir Times of Israel, Jumat (1/11/2019).
Beberapa minggu yang lalu, Netanyahu mengatakan kepada anggota kabinet dalam pertemuan tertutup bahwa Presiden AS Donald Trump tidak akan bertindak melawan Iran sampai pemilihan umum (pemilu) AS paling cepat November 2020.
Menurut laporan Channel 13, yang tidak mengutip seorang sumber, Netanyahu mengatakan kepada para menteri bahwa untuk sementara Israel harus berurusan sendiri dengan Iran. (Baca: Khawatir Diserang Iran, Seluruh Sistem Rudal Israel Siaga )
Para pejabat militer Israel telah menyatakan kekhawatiran dalam beberapa hari terakhir bahwa Iran akan merespons serangan Zionis terhadap posisi pasukan dan proksinya di Suriah. Kekhawatiran itu diperkuat oleh kurangnya keteguhan hati AS yang telah mengisyaratkan lepas tangan dari krisis di kawasan tersebut.
Pada hari Rabu, Kepala Angkatan Udara Amikam Norkin mengatakan seluruh sistem pertahanan udara Israel siaga untuk mengantisipasi serangan rudal atau pun drone bersenjata dari Iran maupun proksi-nya di seluruh wilayah Timur Tengah.
Ketegangan di sekitar Iran telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, di mana AS mengirim pasukan tambahan dan kapal perang ke Teluk Persia. Namun, Washington enggan bertindak setelah serangkaian serangan terhadap aset minyak di perairan Teluk Persia yang dituduhkan pada Iran.
Iran sendiri telah menjatuhkan pesawat nirawak mata-mata AS beberapa bulan lalu dan Washington tidak melakukan respons militer. Trump yang sedianya akan menyerang Iran tiba-tiba membatalkannya pada menit-menit akhir.
(mas)