Bentrok, Bos Geng yang Dituduh Hilangkan 43 Guru dan Siswa Meksiko Tewas
Kamis, 31 Oktober 2019 - 11:02 WIB
Bentrok, Bos Geng yang Dituduh Hilangkan 43 Guru dan Siswa Meksiko Tewas
A
A
A
MEXICO CITY - Enam narapidana tewas pada Rabu dalam sebuah bentrokan antargeng kriminal di sebuah penjara di negara bagian Morelos, Meksiko. Tahanan yang tewas itu termasuk salah satu mantan pemimpin geng kriminal yang dituduh terlibat penghilangan 43 guru dan siswa tahun 2014.
Dua narapidana lainnya terluka dan dibawa dengan helikopter ke rumah sakit terdekat.
Bentrok antargeng kriminal ini menambah daftar kekerasan mematikan pada tahun ini, yang menjadi salah satu masalah paling mendesak yang dihadapi pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador.
Polisi negara bagian Morelos bersama tentara militer Meksiko dan Garda Nasional dikirim untuk merebut kembali kendali atas penjara tersebut.
"Sekitar 350 personel keamanan dikerahkan untuk implementasi protokol keamanan nasional, dan kendali penuh dan total (dari penjara) dipulihkan," kata kepolisian Meksiko dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters, Kamis (31/10/2019).
Menurut pernyataan tersebut, mantan pemimpin geng kriminal Guerreros Unidos di Morelos, Raymundo Isidro, termasuk di antara para narapidana yang tewas.
Pada tahun 2014, geng Guerreros Unidos menghilangkan 43 guru dan siswa di sebuah kota di barat daya Iguala, negara bagian Guerrero. Para korban dibunuh dan jasad mereka dibakar di tempat sampah.
Penculikan dan pembantaian massal pada malam 26 September 2014 itu diketahui melibatkan polisi yang korup, yang bekerja dengan geng narkoba. Hal itu menimbulkan kemarahan internasional dan kecaman terhadap administrasi mantan Presiden Enrique Pena Nieto.
Kendati demikian, sejak Isidro memimpin geng Guerreros Unidos di Morelos, dia tidak dianggap ikut serta dalam penculikan atau pembantaian para guru dan siswa.
Dua narapidana lainnya terluka dan dibawa dengan helikopter ke rumah sakit terdekat.
Bentrok antargeng kriminal ini menambah daftar kekerasan mematikan pada tahun ini, yang menjadi salah satu masalah paling mendesak yang dihadapi pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador.
Polisi negara bagian Morelos bersama tentara militer Meksiko dan Garda Nasional dikirim untuk merebut kembali kendali atas penjara tersebut.
"Sekitar 350 personel keamanan dikerahkan untuk implementasi protokol keamanan nasional, dan kendali penuh dan total (dari penjara) dipulihkan," kata kepolisian Meksiko dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters, Kamis (31/10/2019).
Menurut pernyataan tersebut, mantan pemimpin geng kriminal Guerreros Unidos di Morelos, Raymundo Isidro, termasuk di antara para narapidana yang tewas.
Pada tahun 2014, geng Guerreros Unidos menghilangkan 43 guru dan siswa di sebuah kota di barat daya Iguala, negara bagian Guerrero. Para korban dibunuh dan jasad mereka dibakar di tempat sampah.
Penculikan dan pembantaian massal pada malam 26 September 2014 itu diketahui melibatkan polisi yang korup, yang bekerja dengan geng narkoba. Hal itu menimbulkan kemarahan internasional dan kecaman terhadap administrasi mantan Presiden Enrique Pena Nieto.
Kendati demikian, sejak Isidro memimpin geng Guerreros Unidos di Morelos, dia tidak dianggap ikut serta dalam penculikan atau pembantaian para guru dan siswa.
(mas)