Situasi Memburuk, Iran Pantau Kondisi Irak
Minggu, 27 Oktober 2019 - 21:51 WIB
Situasi Memburuk, Iran Pantau Kondisi Irak
A
A
A
TEHERAN - Iran mengaku terus memantau dengan cermat situasi di Irak. Pernyataan ini datang di tengah terus meningkatnya ketegangan di Irak, setelah kembali terjadinya bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan, yang menewaskan puluhan orang.
"Iran secara hati-hati memantau situasi di Irak," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, yang kemudian menekankan bahwa bahwa pemerintah Iran mendukung tuntutan yang disampaikan masyarakat Irak.
"Para pejabat agama dan politik Irak bersama-sama dapat mencapai tujuan dan membantu membangun masa depan yang lebih baik," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (27/10/2019).
Sebelumnya diwartakan, Setidaknya 40 demonstran tewas di Irak pada Jumat ketika pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan milisi yang didukung Iran melepaskan tembakan untuk mencoba memadamkan aksi protes di negara itu.
Seorang perwira intelijen Irak dan seorang anggota milisi Asaib Ahl al-Haq tewas dalam bentrokan dengan para pengunjuk rasa di selatan kota Amara, kata sumber-sumber kepolisian.
Menurut sumber medis dan Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak (IHCHR), lebih dari 2.000 orang terluka di seluruh negara itu, ketika para demonstran melampiaskan rasa frustrasinya pada elit politik yang mereka katakan gagal memperbaiki kehidupan mereka setelah bertahun-tahun konflik.
"Iran secara hati-hati memantau situasi di Irak," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, yang kemudian menekankan bahwa bahwa pemerintah Iran mendukung tuntutan yang disampaikan masyarakat Irak.
"Para pejabat agama dan politik Irak bersama-sama dapat mencapai tujuan dan membantu membangun masa depan yang lebih baik," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (27/10/2019).
Sebelumnya diwartakan, Setidaknya 40 demonstran tewas di Irak pada Jumat ketika pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan milisi yang didukung Iran melepaskan tembakan untuk mencoba memadamkan aksi protes di negara itu.
Seorang perwira intelijen Irak dan seorang anggota milisi Asaib Ahl al-Haq tewas dalam bentrokan dengan para pengunjuk rasa di selatan kota Amara, kata sumber-sumber kepolisian.
Menurut sumber medis dan Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak (IHCHR), lebih dari 2.000 orang terluka di seluruh negara itu, ketika para demonstran melampiaskan rasa frustrasinya pada elit politik yang mereka katakan gagal memperbaiki kehidupan mereka setelah bertahun-tahun konflik.
(esn)