Dokter Portugal Diskors setelah Bayi Lahir Tanpa Mata dan Hidung

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 00:11 WIB
Dokter Portugal Diskors...
Dokter Portugal Diskors setelah Bayi Lahir Tanpa Mata dan Hidung
A A A
LISBON - Dewan Medis Portugal memutuskan dengan suara bulat untuk menangguhkan atau menskorsing seorang dokter selama enam bulan. Musababnya, kelahiran bayi yang dia tangani dalam kondisi tanpa mata, tanpa hidung dan dengan hanya sebagian dari tengkoraknya.

Sanksi medis itu dijatuhkan pada hari Selasa lalu. Dokter bernama Artur Carvalho dituduh melakukan kelalaian dalam kelahiran bayi bernama Rodrigo pada 7 Oktober 2019.

Orangtua bayi tersebut mengatakan bahwa mereka tidak tahu anak mereka akan lahir dengan kelainan seperti itu. Bayi itu lahir di sebuah rumah sakit di Setubal, sekitar 25 mil selatan Lisbon.

"Ada bukti kuat (kelalaian yang) dapat mengarah pada sanksi disipliner," kata ketua dewan medis Alexandre Valentim Lourenco kepada penyiar RTP, seperti dilansir AFP, Jumat (25/10/2019).

Ibu bayi mengatakan kepada BBC bahwa dia menjalani tiga kali ultrasound di klinik swasta bersama Carvalho. Namun, selama proses itu sang dokter tidak mengemukakan kekhawatiran apa pun.

Ketika dia menjalani pemeriksaan keempat di klinik yang berbeda saat hamil enam bulan, dokter itu menepis kekhawatiran bahwa pemindaian tampaknya meningkatkan tentang kemungkinan kelainan.

"Dia menjelaskan bahwa kadang-kadang beberapa bagian wajah tidak terlihat...ketika wajah bayi terpaku pada perut ibu," kata bibi bayi itu, Joana Simao, kepada penyiar TVI 24.

Rodrigo lahir di Rumah Sakit Sao Bernardo di Setubal. Orangtua tersebut dilaporkan mendapat pemberitahuan bahwa bayi mereka hanya akan hidup selama beberapa jam, tetapi bayi itu masih hidup lebih dari dua minggu setelah dilahirkan dan tetap dirawat di rumah sakit.

Orangtua bayi akhirnya mengajukan laporan pengaduan ke Kantor Kejaksaan Portugal. Ini bukan aduan pertama yang dikenakan terhadap Carvalho.

Para pejabat kesehatan mengatakan kepada BBC bahwa setidaknya ada enam keluhan medis lainnya yang terjadi satu dekade yang lalu, termasuk satu kasus ketika bayi yang lahir pada 2011 yang mengalami cacat kaki, cacat wajah, dan kerusakan otak yang parah.

"Kasus ini akan memiliki dampak pada reputasi dokter dan ketika muncul untuk meyakinkan wanita hamil," kata Lourenco.
(mas)
Berita Terkait
Portugal Bangkit dari...
Portugal Bangkit dari Ketinggalan untuk Menaklukkan Skotlandia 2-1 di UEFA Nations League
Lumat Israel, Portugal...
Lumat Israel, Portugal Tutup Persiapan Piala Eropa 2020 dengan Sempurna
Strategi Baru Tak Berjalan...
Strategi Baru Tak Berjalan Mulus, Fernando Santos: Portugal Masih Harus Perbaiki Diri
Ratusan Warga Brasil...
Ratusan Warga Brasil di Lisbon, Portugal Menyaksikan Terpilihnya Lula Da Silva Sebagai Presiden Brasil
Borong Dua Gol, CR7...
Borong Dua Gol, CR7 Cetak Rekor Baru dan Bawa Kemenangan Portugal Atas Irlandia
Juarai MotoGP Portugal...
Juarai MotoGP Portugal 2024, Jorge Martin Melesat ke Puncak!
Berita Terkini
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
1 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
2 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
3 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
6 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
7 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
8 jam yang lalu
Infografis
Setelah Rudal dan Jet...
Setelah Rudal dan Jet Tempur, Ukraina Sekarang Minta Kapal Selam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved