Erdogan Tentukan Langkah di Suriah Setelah Bertemu Putin
Senin, 21 Oktober 2019 - 21:07 WIB
Erdogan Tentukan Langkah di Suriah Setelah Bertemu Putin
A
A
A
ISTANBUL - Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan pemerintahannya akan mengambil langkah selanjutnya di Suriah timur laut setelah dia bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (22/10), hari saat berakhirnya gencatan senjata lima hari.
Gencatan senjata itu dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) untuk memberi waktu bagi pejuang Kurdi agar dapat meninggalkan wilayah Suriah timur laut.
"Kami akan membahas proses ini dengan Putin dan setelah itu kami akan mengambil langkah yang diperlukan," ujar Erdogan dalam forum di Istanbul yang diselenggarakan TRT World.
Dia tidak menjelaskan lebih lanjut apa langkah yang akan diambil Turki setelah bertemu Putin.
Erdogan akan bertemu Putin di resor Sochi, Laut Hitam, Rusia pada Selasa (22/10).
Saat ini pasukan Kurdi sudah mulai ditarik keluar dari zona aman yang hendak dikontrol Turki. Meski demikian ada laporan bahwa sebagian pasukan Kurdi yang masih bertahan di sana.
Pasukan AS juga telah ditarik keluar dari wilayah itu dan sudah memasuki wilayah Irak. Pasukan AS akan membantu Irak menghadapi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Gencatan senjata itu dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) untuk memberi waktu bagi pejuang Kurdi agar dapat meninggalkan wilayah Suriah timur laut.
"Kami akan membahas proses ini dengan Putin dan setelah itu kami akan mengambil langkah yang diperlukan," ujar Erdogan dalam forum di Istanbul yang diselenggarakan TRT World.
Dia tidak menjelaskan lebih lanjut apa langkah yang akan diambil Turki setelah bertemu Putin.
Erdogan akan bertemu Putin di resor Sochi, Laut Hitam, Rusia pada Selasa (22/10).
Saat ini pasukan Kurdi sudah mulai ditarik keluar dari zona aman yang hendak dikontrol Turki. Meski demikian ada laporan bahwa sebagian pasukan Kurdi yang masih bertahan di sana.
Pasukan AS juga telah ditarik keluar dari wilayah itu dan sudah memasuki wilayah Irak. Pasukan AS akan membantu Irak menghadapi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
(sfn)