Anggota Kongres AS Pemimpin Investigasi Donald Trump Meninggal Dunia

Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:41 WIB
Anggota Kongres AS Pemimpin...
Anggota Kongres AS Pemimpin Investigasi Donald Trump Meninggal Dunia
A A A
WASHINGTON - Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) yang memimpin penyelidikan terhadap Presiden Donald Trump, Elijah Cummings, meninggal dunia. Cummings meninggal dunia dalam usia 68 tahun karena komplikasi penyakit yang telah lama diidapnya.

Sebagai ketua Komite Pengawasan dan Reformasi DPR, Cummings memimpin banyak penyelidikan terkait urusan pemerintahan presiden dan menjadi sasaran serangan Trump di media sosial.

Pada bulan Juli, Trump menggambarkan distrik Cummings - yang meliputi sebagian besar Baltimore - sebagai tempat yang penuh dengan kekacauan menjijikan, tikus, dan hewan pengerat di mana tidak ada manusia yang ingin hidup dan kemudian bahkan senang ketika rumahnya dirampok.

Cummings kemudian menjawab bahwa pejabat pemerintah harus berhenti membuat komentar yang penuh kebencian, provokasi yang hanya berfungsi untuk memecah-belah dan mengalihkan perhatian bangsa dari masalah sesungguhnya.

"Mereka yang berada di level tertinggi pemerintah harus berhenti menimbulkan rasa takut, menggunakan bahasa rasis dan mendorong perilaku tercela," kata Cummings dalam pidatonya di National Press Club.

Dikutip dari Huffpost, Kamis (17/10/2019), Cummings adalah putra seorang buruh tani. Ia seorang orator yang penuh dengan semangat mengadvokasi kaum miskin. Karirnya yang panjang membentang selama beberapa dekade dalam politik Maryland. Dia naik melalui jajaran Dewan Perwakilan Maryland sebelum memenangkan kursi kongresnya dalam pemilihan khusus pada tahun 1996 untuk menggantikan Kweisi Mfume, yang meninggalkan kursi untuk memimpin NAACP.

Cummings melanjutkan kegemilangannya di Kongres. Pada tahun 2016, ia adalah anggota Partai Demokrat senior di Komite DPR Benghazi, yang katanya tidak lebih dari upaya yang didanai pembayar pajak untuk merusak kampanye Hillary Clinton menjadi presiden.

Cummings adalah pendukung awal tawaran presiden Barack Obama pada 2008.

Sepanjang kariernya, ia menggunakan suaranya yang berapi-api untuk menyoroti pergumulan dan kebutuhan penduduk kota. Dia sangat percaya pada beberapa pendekatan yang banyak diperdebatkan untuk membantu orang miskin dan kecanduan, seperti program pertukaran jarum sebagai cara untuk mengurangi penyebaran AIDS.

Cummings lahir pada 18 Januari 1951. Di sekolah dasar, seorang penasihat mengatakan kepadanya bahwa dia terlalu lambat untuk belajar dan berbicara dengan buruk, dan dia tidak akan pernah memenuhi mimpinya menjadi pengacara.

"Saya sangat terpukul," kata Cummings kepada The Associated Press pada tahun 1996, tak lama sebelum ia memenangkan kursi di Kongres. “Seluruh hidupku berubah. Saya menjadi sangat bertekad," imbuhnya.

Pernyataan tersebut memperkuat tekad Cummings untuk membuktikan bahwa penasihat itu salah. Dia tidak hanya menjadi seorang pengacara, tetapi salah satu orator paling kuat di Maryland House of Delegates, di mana dia masuk kantor pada tahun 1983.

Dia bangkit untuk menjadi Ketua DPR sementara, delegasi kulit hitam pertama yang memegang posisi itu. Dia akan memulai komentarnya secara perlahan, mengembangkan temanya dan meningkatkan emosional hingga menjadi seperti khotbah dari mimbar.

Dia dengan cepat mencatat perbedaan antara Kongres dan Majelis Umum Maryland, yang telah lama dikendalikan oleh Demokrat.

"Setelah datang dari negara di mana, pada dasarnya, Anda memiliki banyak orang yang bekerja bersama, jelas bahwa garis-garis ditarik di sini," kata Cummings sekitar sebulan setelah memasuki kantor di Washington pada tahun 1996.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
33 menit yang lalu
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
1 jam yang lalu
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
3 jam yang lalu
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
4 jam yang lalu
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved