Rusia Latihan Perang Besar, Libatkan Rudal Antarbenua RS-24 Yars

Rabu, 16 Oktober 2019 - 03:23 WIB
Rusia Latihan Perang...
Rusia Latihan Perang Besar, Libatkan Rudal Antarbenua RS-24 Yars
A A A
MOSKOW - Pasukan Rudal Strategis Rusia telah memulai latihan perang besar-besaran pada hari Selasa. Kementerian Pertahanan setempat mengatakan latihan akan mencakup 16 manuver peluncuran rudal jelajah dan rudal balistik, termasuk peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-24 Yars (SS-29).

Latihan perang yang diberi nama "Thunder-2019" dijadwalkan berlangsung tiga hari dan melibatkan 12.000 tentara, 213 peluncur rudal, 105 pesawat, 15 kapal perang permukaan dan lima kapal selam nuklir.

"Antara lain, peluncuran rudal balistik antarbenua Yars (SS-29) dan rudal balistik Sineva (SS-N-23) akan berlangsung," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Direktorat Kerja sama Militer Internasional Kementerian Pertahanan Rusia, Yevgeny Ilyin, dalam briefing untuk atase militer asing pada hari Senin.

Dia mengatakan peluncuran uji coba akan dilakukan dari udara, darat dan laut.

Ilyin mengatakan latihan itu dijadwalkan sejak lama, murni bersifat defensif dan bertujuan melatih pasukan untuk mencegah musuh potensial. Dia meyakinkan para pejabat asing dalam briefing bahwa latihan itu tidak ditujukan terhadap negara lain.

Rusia diketahui telah melatih pasukan nuklirnya setiap Oktober. Analis militer kelompok think tank Dewan Urusan Internasional Rusia yang bermarkas di Moskow, Dmitry Stefanovich, mengatakan kepada CBS News bahwa ini adalah latihan yang dijadwalkan secara rutin untuk seluruh rantai komando.

"Apa yang membuatnya berbeda tahun ini adalah sekarang memiliki nama, dan militer mengumumkannya sebelumnya pada sebuah pengarahan untuk atase militer asing," kata Stefanovich, yang dilansir Rabu (16/10/2019).

"Ditambah lagi kali ini ada sejumlah besar peluncur rudal dari Pasukan Rudal Strategis yang terlibat, bagian dasar dari triad nuklir. Lebih dari 200 (peluncur). Ini adalah mayoritas dari apa yang mereka miliki," ujarnya.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pertama kali mengumumkan latihan "Thunder-2019" pada Desember tahun lalu, ketika ia melaporkan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa perintah untuk memodernisasi pasukan nuklir strategis negara itu telah dilaksanakan.

Media pro-Kremlin melaporkan kemudian bahwa "Thunder-2019" dimaksudkan sebagai tanggapan Rusia terhadap latihan serupa di Amerika Serikat (AS) yang diberi nama "Global Thunder".

Postur INF?


Stefanovich percaya bahwa nama-nama yang sama hanyalah sebuah kebetulan. Namun dia mengatakan kemungkinan ada hubungan dengan keputusan administrasi Donald Trump tahun ini untuk menarik AS dari perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF).

"Menurut skrip latihan, ada peningkatan di sepanjang perbatasan, dan itu bisa melibatkan penyebaran rudal jarak pendek dan menengah," katanya kepada CBS News.

Pekan lalu, Putin mengumumkan bahwa Rusia akan mulai mengembangkan rudal jarak pendek dan menengah sebagai tanggapan terhadap rencana AS untuk mengerahkan senjata semacam itu di Asia. Rudal yang dimaksud itu adalah misil yang dilarang selama beberapa dekade di bawah Perjanjian INF.

Rusia secara resmi menarik diri dari Perjanjian INF tak lama setelah AS resmi keluar dari perjanjian tersebut. Washington menuduh Moskow membuat rudal baru yang melanggar ketentuan perjanjian itu.
(mas)
Berita Terkait
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Siap Lawan AS di Karibia,...
Siap Lawan AS di Karibia, Venezuela Kerahkan Rudal Buk Rusia
Ancaman Rudal Muncul...
Ancaman Rudal Muncul dari Barat, Rusia Siap Beri Respons Militer
Rusia Ancam AS dengan...
Rusia Ancam AS dengan Serangan Nuklir Habis-habisan
Ribut dengan AS, China...
Ribut dengan AS, China Kembali Dipasok Sistem Rudal S-400 Rusia
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
24 menit yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
1 jam yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
2 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
10 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
12 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
13 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved