Bertemu Dubes AS, Muhammadiyah Jabarkan Masalah Papua

Selasa, 15 Oktober 2019 - 21:18 WIB
Bertemu Dubes AS, Muhammadiyah...
Bertemu Dubes AS, Muhammadiyah Jabarkan Masalah Papua
A A A
JAKARTA - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menuturkan, pihaknya membahas sejumlah isu dalam pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS), Joseph R. Donovan Jr, di mana salah satunya adalah mengenai Papua. Donovan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah.

"Tadi kami sampaikan beberapa pandangan Muh mengenai masalah Papua, masalah ini tidak sederhana dan sangat kompleks. Perlu dilakukan penyelesaiaan yang komprehensif, tidak hanya pendekatan bersifat politik tetapi juga bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan," ucap Abdul pada Selasa (15/10/2019).

"Haedar juga menyampaikan langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Muhammadiyah dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya untuk masalah Papua. Sedangkan untuk masalah politik, itu merupakan wewenang pemerintah pusat," sambungnya.

Dia lalu menyebut, dalam pertemuan itu Haedar juga mencontohkan bagaimana perguruan tinggi Muhamadiyah di Papua dan Majelis Pemberdayaan Muhammadiyah di sana melakukan kegiatan-kegiatan yang mengintegrasikan masyarakat Papua, yang beragam suku dan agama dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat.

"Kemudian terkait kemungkinan penyelesaian politik, kami menyampaikan bahwa UU otonomi khusus Papua itu perlu dievaluasi lagi dan perlu mencerminkan gimana suku-suku di Papua itu terinklusi," ungkapnya.

"Artinya, kebijakan pemerintah dan sistem politik di Papua harus menjamin integrasi antarsuku di Papua, jangan kemudian justru memperkuat sentimen kesukuan dan menimbulkan kristalisasi antarsuku yang ada. Saya kira ini adalah persoalan yang sangat serius dan kami sampaikan sebagai salah satu solusi untuk melihat masalah Papua dari sisi politik," paparnya.

Abdul kemudian mengatakan, dalam pertemuan itu keduanya juga membahas mengenai perkembangan internasional, khususnya yang berkaitan dengan situasi di Xinjiang dan beberapa kawasan yang memang menjadi perhatian internasional.

Dia menuturkan, Haedar dalam pertemuan tersebut menyampaikan pandangan-pandangan dan kekhawatiran Muhammdiyah terhadap persoalan HAM yang ada di Xinjiang, Rohingya atau Myanmar, dan juga yang ada di Yaman.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
1 jam yang lalu
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
1 jam yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
2 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
3 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
4 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved