Capres AS Andrew Yang Akan Bagikan Rp14 Juta Per Orang Tiap Bulan

Minggu, 13 Oktober 2019 - 18:13 WIB
Capres AS Andrew Yang...
Capres AS Andrew Yang Akan Bagikan Rp14 Juta Per Orang Tiap Bulan
A A A
NEVADA - Entrepreneur Andrew Yang awalnya dianggap hanya bergurau saat menyatakan hendak maju sebagai calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS). Dia pun berjanji dalam kampanyenya bahwa setiap warga AS akan mendapatkan tunjangan dan pendapatan per bulan yang didanai pemerintah.

"Anda semua mendengar pada beberapa poin bahwa ada seorang pria Asia maju untuk posisi presiden yang ingin memberi setiap orang USD1.000 (Rp14 juta) per bulan," ungkap Yang di depan para pendukungnya di Las Vegas, Nevada, bulan ini.

Anggota Partai Demokrat New York itu pun melanjutkan dengan nada serius, "Kita di era perubahan ekonomi dan kita perlu berpikir secara berbeda."

Cara berpikir berbeda itulah yang membuat Yang semakin diperhitungkan dalam nominasi presiden AS dari Partai Demokrat pada pemilu 2020 mendatang. Putra imigran Taiwan itu pun dapat menjadi presiden pertama Asia-Amerika jika dia terpilih nanti.

Kampanye Yang telah dimulai sejak 2017 namun popularitasnya meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir. Posisinya pun terus melesat naik di antara para pesaingnya yang sudah populer.

Dia meraih hampir 3% dukungan dalam survei terbaru. Posisi ini menempatkan dia di peringkat keenam dari 19 capres. Dengan dana yang digalang hingga USD10 juta menjadikan dia di peringkat keenam dana terbanyak di antara para capres Demokrat lainnya.

Yang lebih penting, dia terus menginspirasi para pendukung setianya yang disebut Yang Gang dengan ciri khas memakai topi biru dengan tulisan "MATH". Kata "MATH" itu awalnya dikaitkan dengan Yang yang menyukai data tapi kemudian menjadi singkatan "Make America Think Harder" atau "Buat Amerika Berpikir Lebih Keras".

Saat Yang berjanji menjadi presiden pertama yang menggunakan PowerPoint dalam pidato State of the Union, para pendukungnya meneriakkan "PowerPoint! PowerPoint!"

Pesan utama Yang selama kampanye adalah otomatisasi merusak lapangan kerja AS dan "Dividen Kebebasan" adalah cara terbaik mencegah dampak buruknya. "Pesan ini sangat cocok bagi para pemuda, anggota pria Partai Demokrat, kalangan independen dan beberapa anggota Partai Republik," ungkap hasil survei Reuters/Ipsos.

Yang tampaknya memiliki banyak kesamaan jenis pemilih yang ditargetkan oleh Senator AS Bernie Sander saat maju ke Gedung Putih pada 2016. Menurut survei Reuters, para pendukung Sanders tiga kali lebih suka memilih Yang sebagai calon favorit kedua mereka dibandingkan mendukung Senator AS Elizabeth Warren atau mantan Wakil Presiden Joe Biden yang juga populer.
(sfn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
11 menit yang lalu
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
49 menit yang lalu
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
1 jam yang lalu
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
3 jam yang lalu
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
3 jam yang lalu
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
4 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved