Tembak Mati Pria Pemerkosa Putri Kecilnya, Ibu di AS Diadili

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 11:29 WIB
Tembak Mati Pria Pemerkosa...
Tembak Mati Pria Pemerkosa Putri Kecilnya, Ibu di AS Diadili
A A A
NAPLES - Seorang ibu di Florida, Amerika Serikat (AS) diadili atas tuduhan pembunuhan karena menembak mati seorang remaja pria yang memerkosa putri kecilnya. Putri terdakwa yang diperkosa itu baru berusia enam tahun.

Penembakan itu terjadi 7 Juli 2016, namun sidang lanjutan kembali digelar kemarin. Connie Serbu, 43, dilaporkan memikat Xavier Sierra, 18, ke daerah terpencil setelah menjemputnya seusai wawancara kerja.

Menurut dokumen pengadilan, terdakwa membujuk remaja pria itu agar datang bersamanya dengan mengatakan bahwa dia butuh bantuan untuk merakit ranjang susun.

Insiden yang terjadi kemudian menyebabkan kematian Sierra. Naples News melaporkan bahwa petugas polisi merespons laporan penembakan pada 7 Juli 2016 dan menemukan Sierra tewas di dekat sungai di Naples, Florida.

Ibu dua anak itu telah menderita rasa sakit dan kemelaratan. Lebih dari setahun setelah penembakan tersebut, yakni pada 25 Agustus 2017, polisi mengumumkan tuduhan pembunuhan tingkat dua yang dilakukan oleh Serbu.

Serbu mengatakan bahwa pada 30 Mei 2016 putri kecilnya memberitahu dirinya bahwa dia telah dianiaya oleh Sierra.

Cerita putrinya itu membuatnya marah. Dia bahkan mengungkapkan niatnya untuk membunuh Sierra kepada orang lain.

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa dia memberi tahu suaminya bahwa dia harus bersiap untuk menjaga kedua anak mereka sendirian karena dia akan melakukan "sesuatu".

Masih menurut laporan Naples News melaporkan bahwa pada 8 Juni saudara Serbu, John Vargas, 29, tiba di kota tersebut. Menurut dokumen pengadilan, Vargas mudah dibujuk karena mentalnya terganggu.

Vargas dan Serbu kemudian membeli telepon dan kartu isi ulang Verizon yang mereka gunakan hanya untuk berkomunikasi dengan Sierra. Serbu menggunakan telepon itu mengatur siasat menjemput Sierra.

Dengan mengajak Vargas, Serbu membawa Sierra ke sebuah lokasi. Dia terlibat konfrontasi tentang tuduhan pemerkosaan terhadap putrinya.

Sierra mencoba melarikan diri. Vargas dan Serbu lantas mengejar Sierra ke beberapa hutan. Vargas dan Sierra tewas ketika bergulat, yang salah satunya akibat terkena tembakan.

Mengutip The Sun, Kamis (10/10/2019), Sierra dilaporkan sempat menembakkan pistol enam kali setelah merebutnya dari Vargas dalam perkelahian. Sedangkan Sierra tewas diduga kuat akibat tembakan Serbu.

Menurut polisi, Serbu masih di tempat kejadian ketika polisi tiba. Petugas polisi mengatakan Serbu membuat pengakuan yang tidak menunjukkan penyesalan. "Itu semua salah saya. Jadi saya tidak peduli, dia memerkosa putri saya...dia menceritakan semua yang terjadi," kata Serbu.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
1 jam yang lalu
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
1 jam yang lalu
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
3 jam yang lalu
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
4 jam yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
4 jam yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
6 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved