Inggris Tolak Aksi Sepihak Militer Turki di Suriah
Selasa, 08 Oktober 2019 - 21:16 WIB
Inggris Tolak Aksi Sepihak Militer Turki di Suriah
A
A
A
LONDON - Inggris menyatakan telah memperingatkan Turki untuk tidak melakukan aksi militer sepihak di Suriah. Pernyataan ini datang setelah Ankara menyatakan siap menggelar operasi militer di sebelah timur Sungai Eufrat di Suriah utara.
Menteri Kantor Luar Negeri Inggris, Andrew Murrison menuturkan, operasi itu hanya akan menyebabkan situasi di Suriah semakin memburuk. Hal ini, papar Murrison, dapat dimanfaatkan ISIS untuk membangun kembali kekuatan mereka.
"Kami secara konsisten telah jelas dengan Turki, bahwa tindakan militer sepihak harus dihindari karena akan mengguncang kawasan dan mengancam upaya untuk memastikan kekalahan ISIS," ucap Murrison, seperti dilansir Reuters pada Selasa (8/10/2019).
Di kesempatan yang sama, Murrison juga mengomentari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait penarikan mundur pasukan AS dari Suriah. Trump menyebut Inggris mendukung keputusan tersebut.
Murrison mengatakan bahwa AS tidak mendukung keputusan AS itu. "Saya tidak tahu darimana dasar dari komentar itu dan pasti bukan dari pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab dan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, kemarin," tukasnya.
Menteri Kantor Luar Negeri Inggris, Andrew Murrison menuturkan, operasi itu hanya akan menyebabkan situasi di Suriah semakin memburuk. Hal ini, papar Murrison, dapat dimanfaatkan ISIS untuk membangun kembali kekuatan mereka.
"Kami secara konsisten telah jelas dengan Turki, bahwa tindakan militer sepihak harus dihindari karena akan mengguncang kawasan dan mengancam upaya untuk memastikan kekalahan ISIS," ucap Murrison, seperti dilansir Reuters pada Selasa (8/10/2019).
Di kesempatan yang sama, Murrison juga mengomentari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait penarikan mundur pasukan AS dari Suriah. Trump menyebut Inggris mendukung keputusan tersebut.
Murrison mengatakan bahwa AS tidak mendukung keputusan AS itu. "Saya tidak tahu darimana dasar dari komentar itu dan pasti bukan dari pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab dan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, kemarin," tukasnya.
(esn)