Demonstrasi di Irak Terus Makan Korban, PBB: Ini Harus Dihentikan

Minggu, 06 Oktober 2019 - 07:56 WIB
Demonstrasi di Irak...
Demonstrasi di Irak Terus Makan Korban, PBB: Ini Harus Dihentikan
A A A
BAGHDAD - Aksi demonstrasi dengan kekerasan yang memakan korban jiwa di Irak terus mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Kali ini datang dari seorang pejabat tinggi PBB.

Perwakilan khusus sekretaris jenderal PBB di Irak, Jeanine Hennis-Plasschaert, menyesalkan aksi demonstrasi dengan kekerasan yang terjadi dalam lima hari terakhir yang telah menewaskan hampir 100 orang di seluruh negera itu dan melukai ribuan orang.

"Lima hari kerja melaporkan kematian dan cedera; ini harus dihentikan," kata Plasschaert dalam tweetnya seperti dikutip dari AFP, Minggu (6/10/2019).

Pejabat PBB itu mengaku sangat sedih dengan hilangnya nyawa para demonstran dan petugas kemananan.

"Saya meminta semua pihak untuk berhenti dan berefleksi. Mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan harus dimintai pertanggungjawaban. Biarkan semangat persatuan berlaku di seluruh #Iraq," katanya.

Menurut komisi hak asasi manusia parlemen Irak, 99 orang telah tewas dan hampir 4.000 terluka sejak aksi protes terhadap pengangguran dan kondisi kehidupan meletus pada Selasa lalu di Baghdad sebelum menyebar ke wilayah selatan negara itu.

Aksi protes atas pengangguran kronis dan layanan publik yang buruk yang dimulai Selasa telah meningkat menjadi gerakan yang lebih luas menuntut diakhirinya korupsi dan perubahan pemerintahan.

Aksi mereka sebagian besar spontan dan sebagian besar dipimpin oleh pemuda yang bersikeras gerakan mereka tidak terkait dengan partai atau lembaga agama mana pun.

Aksi protes ini telah menghadirkan tantangan terbesar kepada Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi, yang berkuasa setahun lalu sebagai calon konsensus yang menjanjikan reformasi.

Pada hari Jumat perdana menteri Irak meminta lebih banyak waktu untuk mengimplementasikan agenda reformasinya di negara yang hancur akibat konflik selama beberapa dekade.

"Tidak ada solusi ajaib," katanya.

Namun permohonannya untuk bersabar tampaknya telah meremehkan intensitas kemarahan publik, dan beberapa tokoh top telah memberikan dukungan mereka di belakang para pengunjuk rasa.

Ulama Moqtada al-Sadr - yang kelompoknya terdiri dari 54 anggota parlemen dan terbesar di parlemen - meminta pemerintah untuk mengundurkan diri dan pemilihan umum diadakan di bawah pengawasan PBB. (Baca juga: 65 Orang Demonstran Tewas, PM Irak Didesak Mundur )

Gerakan al-Sadr memiliki kekuatan dan organisasi untuk membawa banyak pendukung ke jalanan.

Sedangkan pemimpin spiritual Syiah Irak Grand Ayatollah Ali Sistani menggunakan khotbah Jumat mingguannya untuk mendesak pihak berwenang mengindahkan tuntutan demonstran, memperingatkan protes bisa meningkat kecuali langkah-langkah yang jelas diambil segera. (Baca juga: Ulama Top Iran Desak Semua Pihak di Irak Tahan Diri )

Sementara ketua parlemen Irak, Mohammed al-Halbusi, berjanji untuk mendorong reformasi atas pekerjaan dan kesejahteraan sosial. Ia mengatakan kepada pengunjuk rasa suara Anda sedang didengar.

Tetapi para pengunjuk rasa yang telah turun ke jalan selama lima hari terakhir telah menghina faksi politik yang ada di negara ini.
(ian)
Berita Terkait
Demonstran Irak Bakar...
Demonstran Irak Bakar Kantor Parlemen di Basra
Polisi Irak Gunakan...
Polisi Irak Gunakan Senapan Berburu untuk Tembaki Demonstran
Demonstran Irak Mengamuk...
Demonstran Irak Mengamuk dan Coba Bakar Konsulat, Iran Murka
Kecewa Krisis Politik...
Kecewa Krisis Politik Berkepanjangan, Ribuan Warga Irak Berdemo di Baghdad
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Berita Terkini
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
15 menit yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
9 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
10 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
11 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
12 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
13 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved