Polisi Irak Gunakan Senapan Berburu untuk Tembaki Demonstran
Jum'at, 31 Juli 2020 - 14:11 WIB
loading...
Menteri Dalam Negeri Irak, Othman al-Ghanemi mengatakan polisi Irak menggunakan senapan berburu milik mereka saat mereka menembaki para demonstran. Foto/Ist
A
A
A
BAGHDAD - Polisi Irak menggunakan senapan berburu milik mereka saat mereka menembaki para demonstran di Baghdad di minggu ini. Menteri Dalam Negeri Irak, Othman al-Ghanemi mengatakan, oknum polisi tersebut saat ini sudah diamankan.
"Menurut saksi mata dan data forensik, senapan berburu menewaskan dua pengunjuk rasa," kata al-Ghanemi dalam konferensi pers di Baghdad, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (31/7/2020).
( Baca juga: Demo Penyelesaian Banjir di Kota Sorong Ricuh, 2 Polisi Terluka )
Al-Ghanemi di kesempatan yang sama kemudian menyebutkan ada tiga polisi yang melakukan penembakan tersebut. Dia juga memperlihatkan senjata dan amunisi yang konon digunakan ketiga polisi tersebut.
"Senapan berburu tersebut milikmereka dan mereka memutuskan sendiri untuk memanfaatkannya. Mereka telah mengaku menggunakan senjata dan telah ditangguhkan dari tugas mereka. Proses persidangan telah berlangsung," ungkapnya.
( Baca juga: Koalisi Pimpinan AS Serahkan Basis Militer pada Irak )
Dia kemudian mengatakan penyelidikan telah dibuka karena polisi federal menembakkan peluru tajam ke udara. Ini, jelasnya, bertentangan dengan perintah untuk tidak menggunakan tembakan langsung oleh Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhemi.
"Menurut saksi mata dan data forensik, senapan berburu menewaskan dua pengunjuk rasa," kata al-Ghanemi dalam konferensi pers di Baghdad, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (31/7/2020).
( Baca juga: Demo Penyelesaian Banjir di Kota Sorong Ricuh, 2 Polisi Terluka )
Al-Ghanemi di kesempatan yang sama kemudian menyebutkan ada tiga polisi yang melakukan penembakan tersebut. Dia juga memperlihatkan senjata dan amunisi yang konon digunakan ketiga polisi tersebut.
"Senapan berburu tersebut milikmereka dan mereka memutuskan sendiri untuk memanfaatkannya. Mereka telah mengaku menggunakan senjata dan telah ditangguhkan dari tugas mereka. Proses persidangan telah berlangsung," ungkapnya.
( Baca juga: Koalisi Pimpinan AS Serahkan Basis Militer pada Irak )
Dia kemudian mengatakan penyelidikan telah dibuka karena polisi federal menembakkan peluru tajam ke udara. Ini, jelasnya, bertentangan dengan perintah untuk tidak menggunakan tembakan langsung oleh Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhemi.
(esn)
Lihat Juga :