Turki Desak Semua Pihak di Irak Tahan Diri
Sabtu, 05 Oktober 2019 - 18:54 WIB
Turki Desak Semua Pihak di Irak Tahan Diri
A
A
A
ANKARA - Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan pihaknya sangat sedih dengan hilangnya nyawa dan banyaknya orang yang cidera di Irak saat protes anti-pemerintah terus berlanjut. Ankara lalu mendesak semua pihak untuk menahan diri.
"Kami sangat sedih dengan hilangnya nyawa sejumlah orang dan luka-luka sejak protes, yang telah berlangsung di Baghdad dan beberapa provinsi selatan sejak 1 Oktober," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Sabtu (5/10/2019).
"Kami menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dan menggunakan akal sehat untuk mencegah lebih banyak pembunuhan dan kehancuran. Kami percaya pemerintah Irak akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi harapan rakyat yang sah," sambungnya.
Menyatakan bahwa Turki mementingkan stabilitas Irak, kementerian itu mengatakan bahwa pihaknya sangat menginginkan adanya perdamaian dan kemakmuran di Irak.
Sebelumnya, Komisi HAM Parlemen Irak menuturkan bahwa jumlah korban tewas akibat demonstrasi yang berujung kerusuhan di negara itu menembus angka 70 orang. Komisi itu juga mengatakan bahwa lebih dari 3.000 orang juga terluka akibat demonstrasi itu.
"Sebanyak 540 demonstran telah ditangkap, di mana 200 diantaranya saat ini masih berada di dalam penjara," sambungnya.
"Kami sangat sedih dengan hilangnya nyawa sejumlah orang dan luka-luka sejak protes, yang telah berlangsung di Baghdad dan beberapa provinsi selatan sejak 1 Oktober," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Sabtu (5/10/2019).
"Kami menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dan menggunakan akal sehat untuk mencegah lebih banyak pembunuhan dan kehancuran. Kami percaya pemerintah Irak akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi harapan rakyat yang sah," sambungnya.
Menyatakan bahwa Turki mementingkan stabilitas Irak, kementerian itu mengatakan bahwa pihaknya sangat menginginkan adanya perdamaian dan kemakmuran di Irak.
Sebelumnya, Komisi HAM Parlemen Irak menuturkan bahwa jumlah korban tewas akibat demonstrasi yang berujung kerusuhan di negara itu menembus angka 70 orang. Komisi itu juga mengatakan bahwa lebih dari 3.000 orang juga terluka akibat demonstrasi itu.
"Sebanyak 540 demonstran telah ditangkap, di mana 200 diantaranya saat ini masih berada di dalam penjara," sambungnya.
(esn)