65 Orang Demonstran Tewas, PM Irak Didesak Mundur

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 04:09 WIB
65 Orang Demonstran...
65 Orang Demonstran Tewas, PM Irak Didesak Mundur
A A A
BAGHDAD - Salah satu ulama paling berpengaruh di Irak menyerukan agar pemerintahan Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi mengundurkan diri. Seruan ini digaungkan ketika jumlah kematian meningkat menjadi 65 jiwa dalam tiga hari aksi protes nasional yang melanda Baghdad dan sejumlah kota lainnya di Irak.

Moqtada al-Sadr, seorang ulama dan pemimpin politik populis yang memiliki banyak pengikut di Irak mengatakan, pemilihan baru harus segera diadakan. "Hormati darah Irak melalui pengunduran diri pemerintah dan persiapan untuk pemilihan awal yang diawasi oleh pemantau internasional," tegas al-Sadr, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/10).

Meski Mahdi telah menyerukan agar rakyat Irak tenang, namun pengunjuk rasa mencemooh janjinya tentang reformasi politik. Intervensi Sadr tampaknya akan mendorong warga Irak untuk melanjutkan demonstrasi hingga pemerintah mundur.

Di jalan-jalan Baghdad, polisi terus mengincar pemrotes individu. Wartawan Reuters melihat seorang warga Irak jatuh ke tanah setelah ditembak di bagian kepala. Orang tersebut dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Di tempat lain, seorang kru televisi Reuters melihat seorang pria terluka parah oleh tembakan di leher, setelah penembak jitu di atap rumah menembaki kerumunan. Penembakan sporadis bisa terdengar di Baghdad hingga larut malam.

Polisi menembak mati tiga orang yang berusaha menyerbu markas besar pemerintah provinsi di kota Diwaniya selatan, kata polisi dan petugas medis. Aksi kekerasan ini adalah yang terburuk sejak Irak berhasil memadamkan perlawanan ISIS, dua tahun lalu.

Sumber-sumber keamanan dan medis menyatakan, korban tewas pada hari Jumat menjadi 65 jiwa dan 192 terluka di seluruh Irak dalam tiga hari. Sebagian besar kematian terjadi dalam 24 jam terakhir, saat aksi kekerasan kian meningkat.

"Sangat menyedihkan bahwa ada begitu banyak kematian, korban, dan kehancuran," ujar ulama paling berpengaruh Irak, Ayatollah Ali al-Sistani. "Pemerintah dan pihak-pihak politik belum menjawab tuntutan rakyat untuk memerangi korupsi atau mencapai apa pun di lapangan," lanjutnya.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
40 menit yang lalu
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
1 jam yang lalu
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
5 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
6 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
7 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
8 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved