Media AS Sebut Rouhani Tolak Terima Telepon Dari Trump
Selasa, 01 Oktober 2019 - 19:58 WIB
Media AS Sebut Rouhani Tolak Terima Telepon Dari Trump
A
A
A
NEW YORK - Majalah New Yorker melaporkan Presiden Iran, Hassan Rouhani menolak untuk terlibat dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Percakapan itu diketahui diatur oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Dalam laporannya, New Yorker, seperti dilansir PressTV pada Selasa (1/10/2019), menuturkan bahwa Macron telah mencoba merekayasa percakapan tiga arah dengan meminta teknisi membuat saluran aman di ruang pertemuan di lantai kamar Rouhani di Hotel Millennium Hilton, yang berlokasi di seberang kantor PBB.
Pembicaraan itu, menurut laporan New Yorker, diharapkan dapat menjadi awal dari dimulainya kembali pembicaraan AS dan Iran, yang diharapkan dapat berujung pada pertemuan antara Rouhani dan Trump.
Seorang diplomat Prancis, yang menjadi sumber New Yorker, menuturkan pembicaraan itu dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24 September malam. "Panggilan ke saluran Trump datang pada pukul 9:30. Macron menerima telepon. Tapi Rouhani tidak pernah muncul dari kamarnya," kata sumber itu yang berbicara dalam kondisi anonim.
"Seperti yang telah kami lakukan selama beberapa bulan, kami bekerja di New York untuk membuat Iran membuat komitmen baru dan bagi AS, sebagai gantinya, untuk mengurangi sanksi. Kami membuat pengaturan teknis jika ada panggilan telepon. Panggilan itu tidak terjadi," sambungnya.
Macron telah berusaha untuk memainkan peran mediator yang ditujukan untuk meredakan ketegangan Washington-Teheran, yang telah meningkat sejak Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir tahun lalu.
Pemimpin Prancis itu juga telah memimpin upaya Eropa untuk menyelamatkan perjanjian itu, yang nasibnya masih diragukan sejak Washington keluar.
Dalam laporannya, New Yorker, seperti dilansir PressTV pada Selasa (1/10/2019), menuturkan bahwa Macron telah mencoba merekayasa percakapan tiga arah dengan meminta teknisi membuat saluran aman di ruang pertemuan di lantai kamar Rouhani di Hotel Millennium Hilton, yang berlokasi di seberang kantor PBB.
Pembicaraan itu, menurut laporan New Yorker, diharapkan dapat menjadi awal dari dimulainya kembali pembicaraan AS dan Iran, yang diharapkan dapat berujung pada pertemuan antara Rouhani dan Trump.
Seorang diplomat Prancis, yang menjadi sumber New Yorker, menuturkan pembicaraan itu dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24 September malam. "Panggilan ke saluran Trump datang pada pukul 9:30. Macron menerima telepon. Tapi Rouhani tidak pernah muncul dari kamarnya," kata sumber itu yang berbicara dalam kondisi anonim.
"Seperti yang telah kami lakukan selama beberapa bulan, kami bekerja di New York untuk membuat Iran membuat komitmen baru dan bagi AS, sebagai gantinya, untuk mengurangi sanksi. Kami membuat pengaturan teknis jika ada panggilan telepon. Panggilan itu tidak terjadi," sambungnya.
Macron telah berusaha untuk memainkan peran mediator yang ditujukan untuk meredakan ketegangan Washington-Teheran, yang telah meningkat sejak Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir tahun lalu.
Pemimpin Prancis itu juga telah memimpin upaya Eropa untuk menyelamatkan perjanjian itu, yang nasibnya masih diragukan sejak Washington keluar.
(esn)