Besok, China Diprediksi Pamer Rudal Penjangkau AS dalam 30 Menit

Senin, 30 September 2019 - 10:48 WIB
Besok, China Diprediksi...
Besok, China Diprediksi Pamer Rudal Penjangkau AS dalam 30 Menit
A A A
BEIJING - China pada Selasa (1/10/2019) besok akan menggelar parade militer besar-besaran untuk memperingati 70 tahun bedirinya Partai Komunis. Parade militer itu diprediksi akan memamerkan rudal balistik antarbenua (ICBM) Dongfeng (DF)-41 yang mampu menjangkau daratan Amerika Serikat (AS) dalam 30 menit.

ICBM DF-41 yang bisa membawa hulu ledak nuklir menjadi salah satu senjata tercanggih China yang jadi ancaman bagi Amerika. Senjata lainnya yang kemungkinan dipamerkan adalah rudal "pembunuh kapal induk", drone supersonik dan kapal selam robot.

Parade militer besok diharapkan untuk menyoroti ambisi Beijing dalam menegakkan klaimnya atas Taiwan, Laut China Selatan dan wilayah lain yang disengketakan, serta untuk menantang Washington sebagai kekuatan dominan di kawasan Pasifik.

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), militer terbesar di dunia dengan 2 juta personel pria dan wanita dan pengeluaran tahunan tertinggi kedua setelah Amerika Serikat, juga telah mengerjakan pesawat tempur, kapal induk pertama yang dibuat sendiri dan kapal selam bertenaga nuklir.

"Ada cukup banyak pengamat, termasuk militer AS, yang mengatakan; 'Ini semakin dekat dengan apa yang kita lakukan,' dan mereka mulai khawatir," kata Siemon Wezeman dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), seperti dikutip Fox News, Senin (30/9/2019).

Pengaton telah mengidentifikasi China sebagai ancaman geopolitik top AS. (Baca: China Isyaratkan Pamerkan Rudal DF-41 Penjangkau AS dalam Parade Militer )

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Mayor Jenderal Cai Zhijun mengatakan parade militer besok akan mencakup 15.000 tentara, lebih dari 160 pesawat terbang dan 580 buah peralatan militer.

"Banyak senjata baru akan diperlihatkan untuk pertama kalinya," kata Cai kepada wartawan pekan lalu. Ditanya apakah itu termasuk rudal Dongfeng 41, Cai menjawab; "Silakan tunggu dan lihat."

Kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan semakin mendesak bagi para pemimpin China yang bertujuan untuk mengontrol jalur pelayaran dan perairan juga diklaim oleh Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Filipina dan pemerintah lainnya.

"China telah mengembangkan nuklir, ruang angkasa, ruang maya, dan kemampuan lain yang dapat menjangkau musuh potensial di seluruh dunia," kata Badan Intelijen Pertahanan AS dalam sebuah laporan Januari lalu.

Tidak ada rincian rudal Dongfeng-41 yang telah dirilis, tetapi Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington mengatakan misil itu kemungkinan memiliki jangkauan terpanjang di dunia hingga 9.400 mil.

Menurut para anlis yang dikutip Fox News, DF-41 yang dapat terbang pada kecepatan 25 kali kecepatan suara mampu menjangkau daratan Amerika Serikat dalam 30 menit dengan hingga 10 hulu ledak untuk target terpisah. Misil itu menggunakan teknologi yang dikenal sebagai MIRV (multiple independently targetable re-entry vehicles).

Meski demikian, rudal yang sangat diandalkan China pada saat ini adalah Dongfeng-31 yang memiliki jangkauan lebih dari 6.990 mil. Misil ini juga mampu menempatkan sebagian besar benua Amerika Serikat dalam jangkauan.

Foto-foto yang beredar di media sosial China tentang persiapan parade militer menunjukkan gambar buram yang kemungkinan adalah drone tempur yang dijuluki "Sharp Sword" dan drone lain, DR-8 atau Wuzhen 8.

Menurut data SIPRI, China diyakini memiliki sekitar 280 hulu ledak nuklir. Sedangkan AS memiliki 6.450 hulu ledak nuklir dan Rusia memiliki 6.850 hulu ledak nuklir. Para pejabat Beijing mengatakan bahwa mereka menginginkan penangkal nuklir minimum yang kredibel, tetapi tidak akan menjadi negara pertama yang menggunakan senjata atom dalam konflik.

Harry Boyd dari Institut Internasional untuk Studi Strategis di London mengatakan foto-foto satelit menunjukkan China meningkatkan jumlah peluncur rudal DF-41 dan DF-31 dari 18 menjadi 36 unit.

"Rencana yang disarankan percaya bahwa kekuatan nuklir minimum perlu lebih besar," katanya. "Perlu memiliki sistem yang lebih maju dengan kemampuan MIRV untuk tetap kredibel, di mata mereka."
(mas)
Berita Terkait
China Dituduh Ingin...
China Dituduh Ingin Senjata Nuklirnya Meneror Amerika Serikat
Tes Rudal Berkemampuan...
Tes Rudal Berkemampuan Nuklir AS Ditunda Gara-gara Latihan Militer China Dekat Taiwan
China Gertak Taiwan,...
China Gertak Taiwan, AS Uji Tembak Rudal Antarbenua Berkemampuan Nuklir
Terancam AS, China Tingkatkan...
Terancam AS, China Tingkatkan Persenjataan Nuklir
Eks Jenderal AS Ungkap...
Eks Jenderal AS Ungkap Rencana Militer China Kalahkan Amerika dalam Perang Taiwan
Militer China yang Bersenjata...
Militer China yang Bersenjata Nuklir Siap Hentikan Kemerdekaan Taiwan dengan Paksa
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
35 menit yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
5 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
6 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
7 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
8 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved