Lavrov: Rusia akan Respon Keras Penolakan Visa oleh AS
Kamis, 26 September 2019 - 16:50 WIB
Lavrov: Rusia akan Respon Keras Penolakan Visa oleh AS
A
A
A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, Moskow akan memberikan respon keras atas keputusan Amerika Serikat (AS) menolak mengeluarkan visa bagi beberapa delegasi Rusia yang hendak menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Lavrov menyebut hal ini sudah keterlaluan.
"Tentu saja, kami akan bereaksi dengan keras, cobalah untuk menanggapi. Kekasaran seperti itu tidak dapat ditoleransi. Rusia akan mencari cara untuk menjawab, karena orang Amerika juga melakukan perjalanan ke Rusia," kata Lavrov saat melakukan wawancara dengan media Rusia, Kommersant.
Lavrov, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (26/9) mengatakan, ada puluhan visa yang ditolak oleh AS. Salah satu delegasi Rusia yang visa ditolak oleh AS adalah kepala Perusahaan Antariksa Negara Rusia Roscosmos, Dmitry Rogozin.
"AS menolak untuk memberikan visa untuk sepuluh karyawan kami, ini hanya dari Kementerian Luar Negeri Rusia. Mereka juga menolak memberikan visa untuk (anggota parlemen Rusia) Leonid Slutsky dan Konstantin Kosachev, yang sering bepergian ke AS, serta ke Dmitry Rogozin, yang ingin mengambil bagian dalam acara yang didedikasikan untuk kerja sama dalam eksplorasi ruang angkasa," ungkapnya.
Dia menambahkan, ini bukan kali pertama AS menolak memberikan visa kepada pejabat Rusia yang hendak menghadiri pertemuan PBB. April lalu, AS juga menolak memberikan visa kepada pejabat departemen yang mengurusi masalah kontrol senjata di Rusia.
"Ketika visa tidak dikeluarkan kepada kepala departemen Non-Proliferasi dan Pengendalian Senjata yang relevan, yang seharusnya menghadiri pertemuan Komisi Perlucutan Senjata PBB pada bulan April tahun ini, kami secara resmi mengusulkan untuk tidak mengadakan sesi Komisi di AS, jika semua delegasi tidak berhak mengirim orang yang dianggap perlu untuk mempromosikan posisi mereka dan membela kepentingan mereka. Sekarang, tampaknya, kita harus mengajukan pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan dengan markas PBB," tukasnya.
"Tentu saja, kami akan bereaksi dengan keras, cobalah untuk menanggapi. Kekasaran seperti itu tidak dapat ditoleransi. Rusia akan mencari cara untuk menjawab, karena orang Amerika juga melakukan perjalanan ke Rusia," kata Lavrov saat melakukan wawancara dengan media Rusia, Kommersant.
Lavrov, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (26/9) mengatakan, ada puluhan visa yang ditolak oleh AS. Salah satu delegasi Rusia yang visa ditolak oleh AS adalah kepala Perusahaan Antariksa Negara Rusia Roscosmos, Dmitry Rogozin.
"AS menolak untuk memberikan visa untuk sepuluh karyawan kami, ini hanya dari Kementerian Luar Negeri Rusia. Mereka juga menolak memberikan visa untuk (anggota parlemen Rusia) Leonid Slutsky dan Konstantin Kosachev, yang sering bepergian ke AS, serta ke Dmitry Rogozin, yang ingin mengambil bagian dalam acara yang didedikasikan untuk kerja sama dalam eksplorasi ruang angkasa," ungkapnya.
Dia menambahkan, ini bukan kali pertama AS menolak memberikan visa kepada pejabat Rusia yang hendak menghadiri pertemuan PBB. April lalu, AS juga menolak memberikan visa kepada pejabat departemen yang mengurusi masalah kontrol senjata di Rusia.
"Ketika visa tidak dikeluarkan kepada kepala departemen Non-Proliferasi dan Pengendalian Senjata yang relevan, yang seharusnya menghadiri pertemuan Komisi Perlucutan Senjata PBB pada bulan April tahun ini, kami secara resmi mengusulkan untuk tidak mengadakan sesi Komisi di AS, jika semua delegasi tidak berhak mengirim orang yang dianggap perlu untuk mempromosikan posisi mereka dan membela kepentingan mereka. Sekarang, tampaknya, kita harus mengajukan pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan dengan markas PBB," tukasnya.
(esn)