Irak Menolak Gabung Koalisi Maritim AS karena Ada Israel

Jum'at, 20 September 2019 - 06:38 WIB
Irak Menolak Gabung...
Irak Menolak Gabung Koalisi Maritim AS karena Ada Israel
A A A
BAGHDAD - Militer Irak menolak bergabung dengan koalisi maritim anti-Iran yang dibentuk Amerika Serikat (AS). Alasan utamanya karena Israel ada di koalisi tersebut.

Sikap Baghdad disampaikan ketika Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memilih bergabung dengan koalisi maritim untuk patroli di Teluk Persia. Koalisi dibentuk AS setelah terjadi serangkaian serangan terhadap kapal-kapal tanker di Teluk Persia, di mana Washington menuduh Teheran sebagai pelakunya.

Dalam sebuah pernyataan di Iraq News Agency pada hari Kamis (19/9/2019), Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan bahwa Baghdad tidak akan bergabung dengan pasukan yang berpatroli di perairan Teluk, terutama yang melibatkan Israel.

"Menteri Luar Negeri Irak Mohammad Ali al-Hakim juga berbicara melalui telepon dengan rekannya dari Iran, Javad Zarif, di mana keduanya yang membahas masalah-masalah bilateral," kata kementerian tersebut.

Arab Saudi dan UEA telah menandatangani misi maritim di Teluk Persia yang dipimpin AS setelah serangan dua kilang minyak Saudi Aramco diserang besar-besaran pada Sabtu pekan lalu.

Arab Saudi dan sejumlah pejabat tinggi AS menyalahkan Iran atas serangan tersebut. Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo menggambarkan serangan terhadap dua kilang minyak itu sebagai "tindakan perang" dari Iran.

Iran membantah terlibat dalam serangan terhadap dua kilang minyak di Arab Saudi. Sedangkan kelompok pemberontak Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Negara lain yang telah bersedia bergabung dengan koalisi maritim bentukan AS adalah Inggris, Australia, dan Bahrain. Sedangkan Jepang mengatakan akan mengirim pasukan sendiri ke wilayah itu, namun tidak bergabung dalam koalisi.

Israel sejatinya belum mengirim kapal apa pun untuk misi maritim tersebut, namun telah memberikan bantuan intelijen.

Iran dan Irak pernah menjadi musuh bebuyutan di masa lalu, di mana kedua negara terlibat perang besar pada 1980-an. Hubungan kedua negara berubah menjadi lebih ramah pada akhir-akhir ini. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif telah mengunjungi Baghdad pada bulan Mei untuk memperkuat hubungan kedua negara. Zarif telah mengusulkan pakta non-agresi regional dengan Baghdad.

Sebulan sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani bertemu dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi. Rouhani berjanji untuk memperluas perdagangan bilateral dan kerja sama keamanan dengan bekas musuh Teheran tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Jadi Sekutu Israel,...
Jadi Sekutu Israel, Uni Emirat Arab Diam-diam Serang Iran
Drone Canggih Mata Langit...
Drone Canggih Mata Langit Ditembak Jatuh Iran, Uni Emirat Arab Pasrah
Trump Berharap Arab...
Trump Berharap Arab Saudi Bergabung Kesepakatan UEA dan Israel
Daftar 10 Sekutu Mesir,...
Daftar 10 Sekutu Mesir, Negara yang Rencanakan Perang Melawan Israel
Iran Serang Situs Minyak...
Iran Serang Situs Minyak Uni Emirat Arab, Picu Kebakaran Besar
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
Berita Terkini
Presiden Iran Diklaim...
Presiden Iran Diklaim Mundur karena Ribut dengan IRGC, Ini Faktanya
37 menit yang lalu
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
1 jam yang lalu
Negara Pecahan Soviet...
Negara Pecahan Soviet Ini Ingin Gabung NATO, tapi Ditentang Rakyatnya
2 jam yang lalu
Iran Diduga Gunakan...
Iran Diduga Gunakan Rudal China saat Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS
2 jam yang lalu
Malaysia Geram dengan...
Malaysia Geram dengan Respons Lemah Dunia atas Norwegia Batalkan Sepihak Penjualan Rudal Canggih
3 jam yang lalu
Ini Bukti Baru Kegagalan...
Ini Bukti Baru Kegagalan Invasi AS! Fasilitas Rudal Bawah Tanah Iran Dibuka Kembali
5 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved