Iran: AS Layangkan Tudingan untuk Tutupi Kegagalan Mereka
Selasa, 17 September 2019 - 03:47 WIB
Iran: AS Layangkan Tudingan untuk Tutupi Kegagalan Mereka
A
A
A
TEHERAN - Iran sekali lagi menampik tudingan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kilang minyak Arab Saudi. Teheran menyebut, tudingan ini adalah tipu daya Washington untuk menyembunyikan kegagalan total kampanye tekanan maksimum terhadap Iran.
Meskipun serangan terhadap dua fasilitas minyak Saudi diklaim oleh pemberontak Houthi Yaman, namun Washington tetap menuduh Iran sebagai pelakunya. Menurut AS, serangan itu terlalu kompleks dan terlalu dahsyat untuk dikoordinasikan oleh para pemberontak Yaman.
"Mempertahankan tindakan seperti itu terhadap Iran sejalan dengan pendekatan penipuan maksimum yang telah mereka adopsi setelah kegagalan mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, seperti dilansir PressTV pada Selasa (17/9).
Mousavi mengatakan, sementara Iran mendukung rakyat Yaman dan hak-hak mereka, klaim seperti itu tidak berpengaruh. Dia mengatakan, Yaman tidak akan hanya duduk diam karena Saudi terus menghancurkan negara mereka.
"Yaman telah berjuang dengan perang berdarah dan koalisi yang dipimpin Saudi telah melakukan kekejaman luas terhadap bangsa Yaman dengan dukungan penuh dari negara-negara Barat. Wajar jika Yaman dan pasukan mereka bereaksi terhadap kekejaman ini," ungkapnya.
Mousavi berpendapat bahwa tuduhan semacam itu bertujuan membuat Saudi dan negara-negara lain semakin tergantung pada AS. "Negara-negara yang bergantung akan tetap berrgantung pada AS dan pihak yang seharusnya memerah susu mereka membuat pernyataan tanpa dasar untuk memberikan rasa aman kepada negara-negara yang tergantung ini," tukasnya.
Meskipun serangan terhadap dua fasilitas minyak Saudi diklaim oleh pemberontak Houthi Yaman, namun Washington tetap menuduh Iran sebagai pelakunya. Menurut AS, serangan itu terlalu kompleks dan terlalu dahsyat untuk dikoordinasikan oleh para pemberontak Yaman.
"Mempertahankan tindakan seperti itu terhadap Iran sejalan dengan pendekatan penipuan maksimum yang telah mereka adopsi setelah kegagalan mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, seperti dilansir PressTV pada Selasa (17/9).
Mousavi mengatakan, sementara Iran mendukung rakyat Yaman dan hak-hak mereka, klaim seperti itu tidak berpengaruh. Dia mengatakan, Yaman tidak akan hanya duduk diam karena Saudi terus menghancurkan negara mereka.
"Yaman telah berjuang dengan perang berdarah dan koalisi yang dipimpin Saudi telah melakukan kekejaman luas terhadap bangsa Yaman dengan dukungan penuh dari negara-negara Barat. Wajar jika Yaman dan pasukan mereka bereaksi terhadap kekejaman ini," ungkapnya.
Mousavi berpendapat bahwa tuduhan semacam itu bertujuan membuat Saudi dan negara-negara lain semakin tergantung pada AS. "Negara-negara yang bergantung akan tetap berrgantung pada AS dan pihak yang seharusnya memerah susu mereka membuat pernyataan tanpa dasar untuk memberikan rasa aman kepada negara-negara yang tergantung ini," tukasnya.
(esn)