Taliban: Jika AS Ingin Perang, Kami Siap!

Jum'at, 13 September 2019 - 21:31 WIB
Taliban: Jika AS Ingin...
Taliban: Jika AS Ingin Perang, Kami Siap!
A A A
KABUL - Pemimpin delegasi Taliban dalam pembicaran dengan Amerika Serikat (AS), Sher Mohammad Abbas Stanikzai mengatakan, pihaknya siap untuk berperang 100 tahun lagi dengan AS, jika Washington menginginkan hal itu. Meski demikian, Taliban selalu siap untuk kembali memulai pembicaraan damai dengan AS.

Stanikzai mengatakan, pembicaraan damai antara AS dan Taliban dibatalkan oleh Presiden Donald Trump beberapa hari sebelum penandatanganan perjanjian formal yang direncanakan. Draf tersebut, ucap Stanikzai, bahkan telah diparaf oleh kedua pihak dan Qatar, sebagai tuan rumah pembicaraan.

"Sejauh menyangkut Taliban, keputusan AS dapat dengan mudah dibalik dan perjanjian mulai berlaku seperti yang disepakati," ucapnya, seperti dilansir Russia Today pada Jumat (13/9).

“Kami masih berkomitmen untuk negosiasi. Sikap kami adalah bahwa tidak ada solusi untuk konflik kecuali negosiasi dan kecuali perdamaian di atas meja. Kami berharap Trump memikirkan kembali pengumumannya dan kembali ke meja perundingan," ungkapnya.

Dia mengatakan, pihaknya berperang dengan AS karena terpaksa. Stanikzai menuturkan, bukan Taliban yang datang ke AS, tapi Washington mengirimkan tentara ke Afghanistan untuk memerangi Taliban.

Dirinya menyebut, justifikasi Trump untuk menghentikan pembicaraan bertentangan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dan mengatakan AS membunuh lebih dari 1.000 Taliban selama sepuluh hari sebelumnya, saat negosiasi sedang berlangsung. Trump memutuskan menghentikan pembicaraan karena mendengar pengakuan Taliban, bahwa mereka dibalik serangan yang turut menewaskan tentara AS.

"Pompeo mengakui bahwa mereka telah membunuh 100 Taliban. Jika mereka dapat membunuh seribu dari kita, mengapa kita tidak bisa membunuh satu atau dua dari mereka? Ini hak kita. Kita harus membela diri dan membela rakyat kita," ucapnya.

Perwakilan Taliban mengatakan pemerintahan Trump terbukti tidak berbeda dengan pemerintahan Barack Obama, yang juga mengadakan pembicaraan damai dengan Taliban. Dia mempertanyakan komitmen Washington untuk menyelesaikan situasi dan mengakhiri apa yang sekarang merupakan perang anti-pemberontakan selama 19 tahun yang tampaknya tidak bisa dimenangkan AS melalui kekuatan militer.

"Jika pihak Amerika tidak mau bernegosiasi dan mereka tidak menginginkan perdamaian di atas meja, kami akan dipaksa untuk membela diri. Kami bisa melakukannya selama 100 tahun," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Unjuk Rasa Pengungsi...
Unjuk Rasa Pengungsi Imigran Afghanistan di Batam
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Demo ke Gedung DPR RI Tuntut Dipindah ke Negara Tujuan
Detik-Detik Pengungsi...
Detik-Detik Pengungsi Afghanistan Bakar Diri Terekam Video Amatir
Pencari Suaka Asal Afghanistan...
Pencari Suaka Asal Afghanistan Dirikan Tenda di Trotoar Kebon Sirih
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Tiba di Bandara Dulles Virginia
Ratusan Imigran Afghanistan...
Ratusan Imigran Afghanistan Unjuk Rasa di Medan
Berita Terkini
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
1 jam yang lalu
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
2 jam yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
3 jam yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
4 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
5 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved