Lavrov Mengaku Tak Mengenal Sosok Diduga Mata-mata AS di Kremlin

Rabu, 11 September 2019 - 13:34 WIB
Lavrov Mengaku Tak Mengenal...
Lavrov Mengaku Tak Mengenal Sosok Diduga Mata-mata AS di Kremlin
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan bahwa ia belum pernah bertemu dengan mantan staf administrasi kepresidenan Rusia, Oleg Smolenkov. Smolenkov adalah sosok yang disebut-sebut sebagai mata-mata CIA di Kremlin.

"Saya belum pernah melihatnya (Smolenkov), saya belum pernah bertemu dengannya, dan saya belum melacak karirnya maupun pergerakannya," kata Lavrov, menekankan bahwa dia hanya bisa mengomentari fakta.

"Anda telah menyebutkan pertemuan saya dengan Donald Trump pada Mei 2017 di Gedung Putih. Yah, tidak ada yang berbagi rahasia negara atau bahkan non-negara dengan siapa pun selama percakapan itu. Ini dikonfirmasi oleh Penasihat Keamanan Nasional AS H.R McMaster, yang hadir pada pertemuan itu, serta orang-orang lain, yang entah bagaimana akrab dengan apa yang dibahas saat itu," sambungnya.

Menurut Lavrov, pada pertemuan dengan pemimpin AS tersebut, kedua pihak membahas kebutuhan untuk memperbaiki hubungan bilateral dan memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh administrasi mantan Presiden AS, Barack Obama terhadap kerja sama bilateral kedua negara.

"Kami berbicara dengan Trump tentang fakta bahwa ini tidak ada gunanya bagi hubungan bilateral kami karena ini memengaruhi bisnis serta pertukaran budaya dan kemanusiaan," ucapnya, seperti dilansir Tass pada Rabu (11/9).

"Ini tidak menguntungkan hubungan internasional dan upaya masyarakat internasional dalam menyelesaikan berbagai masalah, sebuah solusi yang, sebagaimana banyak dikatakan dan terus dikatakan, sangat tergantung pada kerja sama antara Rusia dan AS," jelas Lavrov.

Selama pembicaraan itu, papar Lavrov, kedua pihak mengkonfirmasi bahwa langkah-langkah Obama memberikan pukulan berat terhadap mekanisme kerja sama yang ada dalam perang melawan terorisme internasional.

"Rusia dan Trump menyatakan kesiapan untuk melakukan segala upaya untuk memulihkan saluran kerja sama ini, yang sangat dibutuhkan dalam kondisi modern," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
13 menit yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
4 jam yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
5 jam yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
6 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
7 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved