Rusia Berharap Pembicaraan Damai AS-Taliban Dapat Berlanjut

Selasa, 10 September 2019 - 19:13 WIB
Rusia Berharap Pembicaraan...
Rusia Berharap Pembicaraan Damai AS-Taliban Dapat Berlanjut
A A A
MOSKOW - Rusia berharap pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban hanya tertunda dan bukan sepenuhnya berakhir. Pernyataan ini datang tidak lama setelah Presiden AS, Donald Trump menyebut pembicaraan itu telah mati.

"Kami menyesalkan bahwa prosesnya ditunda. Kami masih berpikir bahwa itu tidak mati, tetapi ditangguhkan. Emosi berjalan tinggi, berlebihan di kedua sisi, tetapi kami percaya bahwa pada suatu titik pihak akan kembali dan terus berbicara dan menyelesaikan kesepakatan," kata Direktur Departemen Asia Kedua Kementerian Luar Negeri Rusia, Zamir Kabulov.

"Moskow melihat perjanjian potensial sebagai langkah penting yang akan membuka jalan bagi rekonsiliasi nasional dan akibatnya penyelesaian penuh krisis Afghanistan. Jadi, kami berharap itu pada akhirnya akan terjadi," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (10/9).

Sebelumnya, Trump memutuskan mengakhiri pembicaraan damai dengan Taliban, setelah kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan seorang tentara AS.

Berbicara kepada awak media di Gedung Putih, Trump mengatakan dia tidak akan pernah mau berbicara dengan orang-orang yang secara terbuka mengakui telah membunuh orang-orang tidak bersalah dan juga tentara AS.

"Itu (pembicaraan) telah mati, telah mati sejauh yang saya ketahui, mereka sudah mati. Ketika saya mendengar dengan sangat sederhana bahwa mereka membunuh satu dari tentara kita dan 12 orang tidak bersalah lainnya, saya berkata tidak mungkin saya bertemu berdasarkan itu. Tidak mungkin saya bertemu. Mereka melakukan kesalahan," ucap Trump.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
12 menit yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
4 jam yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
5 jam yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
6 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved