Wamenlu Malaysia: Banjir Hoaks dan Paham Radikal Kelemahan Teknologi Digital

Selasa, 10 September 2019 - 12:56 WIB
Wamenlu Malaysia: Banjir...
Wamenlu Malaysia: Banjir Hoaks dan Paham Radikal Kelemahan Teknologi Digital
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Malaysia, Marzuki Yahya, mengatakan teknolgi digital memiliki banyak manfaat untuk perkembangan negara dalam berbagai bidang. Namun ada juga kelemahannya, yakni banjirnya aliran berita palsu atau hoaks dan mudahnya digunakan untuk menyebarkan paham radikal.

Pendapat itu disampaikan Marzuki dalam Konferensi Regional Diplomasi Digital di Jakarta, Selasa (10/9/2019). Menurutnya, Malaysia sama halnya dengan Indonesia yang menghadapi perkembangan pesat dari teknologi digital yang terus merambat ke kebijakan luar negeri dan bagaimana diplomasi dipraktikkan.

Malaysia sepenuhnya mengakui bahwa industri 4.0 untuk masyarakat dan pembangunan nasional. Menurutnya, Putrajaya memiliki rencana konektivitas nasional yang diluncurkan pada Oktober 2018 dan berencana untuk meningkatkan infrastruktur digital di seluruh negara.

"Kami sudah mulai melihat hasil dari kebijakan ini. Malaysia juga adalah salah satu negara pertama di kawasan ini yang menyambut teknologi 5G. Teknologi digital akan mendorong inovasi dan pertumbuhan di banyak bidang penting, tentu saja termasuk diplomasi. Diplomasi digital adalah mekanisme urusan luar negeri dalam menangkap gelombang revolusi industri 4.0," katanya.

Namun, lanjut diplomat Malaysia tersebut, teknologi digital juga memiliki kelemahan yang tak bisa dianggap remeh. Kelemahan itu adalah kerentanan terhadap maraknya berita palsu. "Dalam hal ini harus ada sistem verifikasi berita di media untuk membedakan fakta dari yang palsu," katanya.

"Upaya yang sama harus dilakukan untuk mengatur media digital, khususnya media sosial. Terutama di masa ketika terorisme dan ekstremisme disebarkan melalui media sosial. Kita harus tetap berhati-hati terhadap dampak ini bagi masyarakat kita. Kebutuhan akan kerja sama dalam mengatasi masalah tata kelola media sosial yang efektif," imbuh Marzuki.
(mas)
Berita Terkait
8 Budaya Indonesia Pernah...
8 Budaya Indonesia Pernah Diklaim Malaysia, dari Batik hingga Wayang Kulit
6 Budaya Indonesia yang...
6 Budaya Indonesia yang Pernah Diklaim Malaysia, dari Batik, Rendang hingga Reog Ponorogo
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Mengapa Lagu Indonesia...
Mengapa Lagu Indonesia Sangat Populer di Malaysia, namun Tidak Berlaku Sebaliknya?
Malaysia Larang Masuk...
Malaysia Larang Masuk WNI Pemegang Visa Jangka Panjang
WNI Pemegang Visa Jangka...
WNI Pemegang Visa Jangka Panjang Dilarang Masuk, Kemlu Panggil Dubes Malaysia
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
4 menit yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
40 menit yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
1 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
2 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
3 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved