Hong Kong Ingatkan Asing Tak Intervensi Urusan Domestik Mereka

Selasa, 10 September 2019 - 00:35 WIB
Hong Kong Ingatkan Asing...
Hong Kong Ingatkan Asing Tak Intervensi Urusan Domestik Mereka
A A A
HONG KONG - Pemerintah Hong Kong telah memperingatkan legislatif asing agar tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri mereka. Peringatan ini datang setelah demonstran mendesak Kongres Amerika Serikat (AS) agar mengesahkan RUU tentang HAM di negara itu.

Pada akhir pekan, para demonstran menggelar aksi di depan Konsulat AS di Hong Kong. Demonstran meminta Presiden AS, Donald Trump untuk membebaskan Hong Kong dan menyatakan dukungan atas Undang-Undang HAM dan Demokrasi Hong Kong.

“Menanggapi aksi para demonstran ke Konsulat Jenderal AS Hong Kong untuk memohon pengesahan UU HAM dan Demokrasi Hong Kong oleh anggota Kongres AS, pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) menyatakan penyesalannya atas pengenalan kembali Undang-Undang dan menegaskan kembali bahwa badan legislatif asing tidak boleh ikut campur dalam bentuk apa pun dalam urusan internal HKSAR," kata pemerintah Hong Kong dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Hong Kong, seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa (10/9), kemudian mengutuk tindakan radikal para pengunjuk rasa, yang merusak merusak sebuah stasiun MTR. Mereka mengatakan bahwa beberapa stasiun MTR harus ditutup pada hari Minggu untuk melindungi keselamatan penumpang, anggota staf dan fasilitas MTR.

Sebelumnya diwartakan, ribuan pengunjuk rasa Hong Kong meneriakkan lagu kebangsaan AS dan meminta Presiden AS, Donald Trump untuk "membebaskan" kota yang dikuasai China itu.

Cherry, salah seorang demonstran mengatakan, mereka ingin menunjukan kepada AS pelanggaran HAM yang telah dilakukan oleh China dan kelompok-kelompok pro-Beijing. Demonstran, papar Cherry, berharap AS akan turun tangan dan turut membela HAM di Hong Kong.

"Dengan AS terkunci dalam perang dagang dengan China pada saat ini, ini adalah kesempatan baik bagi kami untuk menunjukkan (AS) bagaimana kelompok-kelompok pro-China juga melanggar HAM di Hong Kong dan membiarkan kebrutalan polisi. Kami ingin pemerintah AS membantu melindungi HAM di Hong Kong," ungkapnya.
(esn)
Berita Terkait
Hong Kong Undang Traveler...
Hong Kong Undang Traveler Indonesia Jelajahi Wisata Lintas Alam Ekstrem
Disneyland Hongkong...
Disneyland Hongkong Kembali Dibuka
Nyambi Jual Togel Hongkong,...
Nyambi Jual Togel Hongkong, Pemilik Warkop Ditangkap Polisi
Asik Main, 8 Penjudi...
Asik Main, 8 Penjudi Jenis Samgong dan Mucikari Diamankan Tanpa Perlawanan
Juru Tulis Judi Kim...
Juru Tulis Judi Kim Hongkong Terkejut Dicokok Tekab Reskrim Polres Labuhanbatu
Gelombang Film Hongkong...
Gelombang Film Hongkong Gairahkan Balinale Festival 2022
Berita Terkini
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
20 menit yang lalu
10 Negara yang Menggunakan...
10 Negara yang Menggunakan Kalender Sendiri, Dipengaruhi Agama, Sejarah dan Dinasti
36 menit yang lalu
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
1 jam yang lalu
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved