Pompeo Sebut AS Mungkin Hentikan Pembicaraan dengan Taliban

Senin, 09 September 2019 - 17:19 WIB
Pompeo Sebut AS Mungkin...
Pompeo Sebut AS Mungkin Hentikan Pembicaraan dengan Taliban
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, AS mungkin akan menghentikan pembicaraan damai dengan Taliban, jika kelompok itu tidak berhenti melakukan serangan di Afghanistan. AS dan Taliban sejatinya sudah menyepakati daftar kesepakatan damai, yang bisa menghentikan perang 18 tahun antara kedua pihak.

"Taliban telah mencoba untuk mendapatkan keuntungan negosiasi dengan melakukan serangan teror di dalam negeri. Kami akan meninggalkan kesepakatan jika orang lain mencoba menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan yang lebih baik dalam negosias," ucap Pompeo.

Pompeo, kemudian mengatakan, pihaknya telah menetapkan dua syarat bagi Taliban jika ingin pembicaraan terus berlanjut. Syarat itu adalah kekerasan harus dikurangi dan bahwa tidak akan ada lagi serangan teroris terhadap AS dari Afghanistan.

"Kami tidak akan menarik pasukan kami tanpa memastikan kami mencapai tujuan ganda Presiden (Donald) Trump," tukasnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (9/9).

Sementara itu, sebelumnya Trump mengaku bahwa dia hampir melakukan pertemuan dengan pemimpin Taliban. Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan dia dan beberapa pemimpin Taliban awalnya dijadwalkan melakukan pertemuan di Camp David pada akhir pekan lalu, untuk membahas kelanjutan proses perdamaian di Afghanistan.

Namun, pertemuan itu dibatalkan setelah pemimpin Taliban mengaku bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Kabul beberapa waktu lalu. Trump lalu mempertanyakan, orang macam apa yang akan membunuh begitu banyak orang untuk memperkuat posisi tawar mereka.

"Jika mereka tidak dapat menyetujui gencatan senjata selama pembicaraan damai yang sangat penting ini, dan bahkan akan membunuh 12 orang yang tidak bersalah, maka mereka mungkin tidak memiliki kekuatan untuk menegosiasikan perjanjian yang berarti. Berapa banyak dekade lagi yang mau mereka perjuangkan," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
16 menit yang lalu
Akankah Strategi Houthi...
Akankah Strategi Houthi Meniru Kendali Iran atas Selat Hormuz di Laut Merah Bisa Berhasil?
35 menit yang lalu
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
41 menit yang lalu
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
1 jam yang lalu
10 Negara yang Menggunakan...
10 Negara yang Menggunakan Kalender Sendiri, Dipengaruhi Agama, Sejarah dan Dinasti
1 jam yang lalu
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved