Afghanistan: Perdamaian Datang Ketika Taliban Setujui Gencatan Senjata

Minggu, 08 September 2019 - 19:52 WIB
Afghanistan: Perdamaian...
Afghanistan: Perdamaian Datang Ketika Taliban Setujui Gencatan Senjata
A A A
KABUL - Kantor Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengatakan, perdamaian nyata di Afghanistan hanya mungkin terjadi ketika Taliban menghentikan kekerasan mereka. Selain itu, perdamaian baru-baru benar bisa tercapai ketika Taliban mau mengadakan pembicaraan langsung dengan pemerintah.

"Kedamaian sejati akan datang ketika Taliban menyetujui gencatan senjata," kata kantor Ghani dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (8/9).

Kantor Ghani kemudian mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutu untuk perdamaian yang bermartabat dan tahan lama dan menekankan pemilihan umum tetap akan digelar pada bulan ini.

Sementara itu, sebelumnya Presiden AS, Donald Trump mengaku bahwa dia hampir melakukan pertemuan dengan pemimpin Taliban. Namun, pertemuan itu dibatalkan setelah pemimpin Taliban mengaku bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Kabul beberapa waktu lalu.

Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan dia dan beberapa pemimpin Taliban awalnya dijadwalkan melakukan pertemuan di Camp David pada akhir pekan ini, untuk membahas kelanjutan proses perdamaian di Afghanistan. Trump juga mengakui akan bertemu Presiden Afghanistan, Asraf Ghani pasca bertemu pemimpin Taliban di tempat yang sama.

"Tanpa diketahui oleh hampir semua orang, para pemimpin utama Taliban dan secara terpisah, Presiden Afghanistan, akan secara diam-diam bertemu dengan saya di Camp David. Mereka datang ke AS malam ini. Sayangnya, untuk membangun daya tarik palsu, mereka mengaku melakukan serangan di Kabul yang menewaskan salah satu prajurit hebat kita, dan 11 orang lainnya," ucap Trump.

Trump menuturkan, setelah mendapatkan pengakuan tersebut, dia langsung membatalkan pertemuan dan membatalkan negosiasi damai. Dia mempertanyakan, orang macam apa yang akan membunuh begitu banyak orang untuk memperkuat posisi tawar mereka.
(esn)
Berita Terkait
Unjuk Rasa Pengungsi...
Unjuk Rasa Pengungsi Imigran Afghanistan di Batam
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Demo ke Gedung DPR RI Tuntut Dipindah ke Negara Tujuan
Detik-Detik Pengungsi...
Detik-Detik Pengungsi Afghanistan Bakar Diri Terekam Video Amatir
Pencari Suaka Asal Afghanistan...
Pencari Suaka Asal Afghanistan Dirikan Tenda di Trotoar Kebon Sirih
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Tiba di Bandara Dulles Virginia
Ratusan Imigran Afghanistan...
Ratusan Imigran Afghanistan Unjuk Rasa di Medan
Berita Terkini
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
20 menit yang lalu
10 Negara yang Menggunakan...
10 Negara yang Menggunakan Kalender Sendiri, Dipengaruhi Agama, Sejarah dan Dinasti
36 menit yang lalu
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
1 jam yang lalu
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved