Panel Parlemen AS Siap Formalkan Penyelidikan Pemakzulan Trump

Minggu, 08 September 2019 - 06:40 WIB
Panel Parlemen AS Siap...
Panel Parlemen AS Siap Formalkan Penyelidikan Pemakzulan Trump
A A A
WASHINGTON - Komite Kehakiman Parlemen Amerika Serikat (AS) yang dipimpin kubu Demokrat siap untuk memberikan suara pekan depan untuk resolusi yang memformalkan penyelidikan dengan tujuan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

Panel Parlemen itu telah mengubah citra dari yang awalnya penyelidikan pengawasan kepresidenan Trump menjadi penyelidikan untuk pemakzulan. Tujuan penyelidikan itu pada akhirnya untuk merekomendasikan kepada Parlemen secara penuh tentang perlu tidaknya artikel atau pasal pemakzulan terhadap presiden.

Menurut sumber Parlemen kepada Reuters, yang dilansir Minggu (8/9/2019), anggota komite dapat memberikan suara pada langkah yang akan lebih menentukan penyelidikan.

Pendekatan impeachment komite saat ini telah dikritik oleh Partai Republik karena menghindari preseden penyelidikan impeachment terhadap presiden terdahulu, Richard Nixon dan Bill Clinton. Dalam kasus-kasus itu, pengajuan secara resmi disahkan oleh Parlemen secara penuh.

Namun kali ini, kubu Demokrat telah menjauhkan diri dari pemungutan suara Parlemen.

Ketua Komite Kehakiman Parlemen AS, Jerrold Nadler, sejauh ini fokus pada temuan investigasi mantan Jaksa Khusus Robert Mueller terhadap campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 dan bukti bahwa Trump berusaha untuk menghalangi penyelidikan.

Sejak kesaksian Mueller pada bulan Juli, Nadler telah memperluas penyelidikan untuk memasukkan tuduhan bahwa Trump telah secara tidak tepat memadukan kepentingan bisnisnya dengan perannya sebagai presiden, menggantung pengampunan untuk mendorong pelanggaran resmi dan membayar uang selama kampanye 2016 untuk membungkam perempuan yang mengaku memiliki hubungan dengan dia.

Meskipun langkah baru itu diperkirakan tidak akan diperkenalkan di Parlemen sampai hari Senin (9/9/2019) besok, sumber tersebut mengatakan bahwa resolusi itu akan memungkinkan staf kejaksaan untuk mempertanyakan saksi yang diperdengarkan, menetapkan prosedur untuk tinjauan tertutup terhadap materi grand jury, memungkinkan penasihat Gedung Putih untuk menanggapi secara tertulis kepada komite dan mengantar perubahan lainnya.

Prosedur baru dapat dilakukan untuk sidang 17 September, di mana mantan manajer kampanye Trump Corey Lewandowski dijadwalkan untuk bersaksi bersama dengan mantan pembantu Gedung Putih Rob Porter dan Rick Dearborn.

Tidak jelas apakah panel akan merekomendasikan resolusi baru untuk pemungutan suara Parlemen secara penuh atau tidak.

Investigasi yang lebih formal dapat memperkuat gugatan hukum komite secara terpisah yang mencari perintah pengadilan federal untuk mengakses materi Mueller dan memaksa kesaksian dari mantan Penasihat Gedung Putih Don McGahn.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
1 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
2 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
6 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
7 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
8 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
9 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved