Bersejarah, Rusia dan Ukraina Tukar Tahanan Masing-masing 35 Orang

Sabtu, 07 September 2019 - 21:40 WIB
Bersejarah, Rusia dan...
Bersejarah, Rusia dan Ukraina Tukar Tahanan Masing-masing 35 Orang
A A A
MOSKOW - Rusia dan Ukraina tukar tahanan masing-masing 35 orang, Sabtu (7/9/2019). Aksi ini dipuji banyak pihak sebagai langkah kemanusiaan bersejarah.

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pertukaran tahanan ini menjadi langkah pertama untuk mengakhiri perang menggerikan antara tentara Kiev dan separatis pro-Moskow di Ukraina timur.

Menurut Zelensky, pertukaran tahanan ini disepakati dengan mitranya dari Rusia Vladimir Vladimorvich Putin. Dia berharap segera digelar pertemuan dalam apa yang disebut sebagai "Format Normandia" antara Ukraina, Rusia, Prancis dan Jerman untuk membantu meredakan perang dengan separatis pro-Moskow.

"Semua langkah harus diambil untuk mengakhiri perang mengerikan ini," katanya merujuk pada konflik di Ukraina timur, sebagaimana dikutip Reuters.

Pesawat-pesawat yang membawa mantan tahanan telah mendarat di Moskow dan Kiev. Tindakan kedua pihak dipuji banyak pihak sebagai langkah pertama dalam memperbaiki hubungan kedua negara.

"Pertukaran tahanan yang telah lama ditunggu-tunggu telah selesai," kata Komisaris Hak Asasi Manusia Rusia Tatyana Moskalkova."Itu sebagai aksi kemanusiaan berskala massal historis," ujarnya mengonfirmasikan pertukaran tahanan itu masing-masing 35 orang.

Langkah bersejarah ini terjadi setelah negosiasi berbulan-bulan di berbagai tingkatan. Pada satu titik, bahkan presiden kedua negara terlibat membahasnya melalui telepon.

"Ada beberapa provokasi dan tantangan lain sepanjang pembicaraan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. "Tetapi pada akhirnya, kemauan politik dan pekerjaan yang teliti memberikan hasil."

Siapa yang Ditukar?


Media Ukraina merilis daftar mantan tahanan yang diserahkan ke Rusia. Di antara mereka adalah jurnalis Kirill Vyshinsky yang sebelumnya terlihat tiba di Moskow. Dia didakwa melakukan pengkhianatan dan mendukung para milisi dari republik yang memproklamirkan diri di Ukraina timur. Tuduhan itu telah dibantah sang jurnalis.

Wartawan itu dibebaskan dengan jaminan pada akhir Agustus setelah lebih dari satu tahun ditahan. Bahkan setelah dibebaskan dengan tukar tahanan, dia berjanji untuk menghadiri sidang pengadilan di Ukraina."Untuk membuktikan ketidakbersalahan saya," katanya.

Mantan tahanan lain yang jadi bagian dari pertukaran tahanan adalah Vladimir Tsemakh. Dialah memimpin pertahanan udara Republik Rakyat Donetsk (DPR), wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina. Kiev menuduhnya terlibat terorisme, sebuah tuduhan standar dari Ukraina terhadap semua milisi pro-kemerdekaan DPR. Nama Tsemakh jadi sorotan pers asing baru-baru ini setelah tim investigasi yang dipimpin Belanda mengatakan tim percaya bahwa ia adalah saksi berharga dalam penyelidikan tragedi penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17.

Ukraina membenarkan bahwa Rusia telah memulangkan pembuat film Oleg Sentsov bersama mantan tahanan lainnya. Mereka disambut oleh Presiden Zelensky dan banyak orang di sebuah landasan pesawat di Kiev. Sentsov dihukum karena merencanakan serangan teroris di Crimea dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Dia menyangkal semua tuduhan dan Ukraina telah lama menuntut pembebasannya.

Rusia juga memulangkan dua lusin pelaut Ukraina yang ditangkap setelah perselisihan Angkatan Laut di Laut Hitam tahun lalu. Mereka didakwa melanggar perbatasan maritim Rusia.

Reaksi terhadap Pertukaran Tahanan


Adegan gembira para tahanan yang kembali ke rumah di kedua negara memicu harapan bahwa hubungan bilateral yang tegang akan mulai kembali normal. Zelensky mengatakan pertukaran yang sukses akan membantu "membuka blokir dialog" dengan Moskow.

Juru bicara Presiden Putin, Dmitry Peskov, merespons harapan Zelensky. "Kremlin senang bahwa warga Rusia telah kembali ke rumah," katanya.

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia pertukaran tahanan menunjukkan bahwa hubungan antara Moskow dan Kiev dapat ditingkatkan.

Berita pertukaran tahanan ini juga mendapat pujian dari Jerman, yang merupakan bagian dari Grup Kontak Normandia, yang bertugas menyelesaikan konflik di Ukraina timur. "Pertukaran tahanan memberikan tanda harapan," kata Kanselir Jerman Angela Merkel, yang menambahkan bahwa semua pihak harus terus bekerja menuju perdamaian.

Dewan Eropa juga menyambut baik pertukaran tahanan. "Ini adalah langkah yang mendorong menuju rekonsiliasi Rusia dan Ukraina," kata Sekretaris Jenderal Dewan Eropa Thorbjorn Jagland.
(mas)
Berita Terkait
Uni Eropa: Vladimir...
Uni Eropa: Vladimir Putin Tidak Menggertak tentang Senjata Nuklir!
Mungkinkah Rusia Menginvasi...
Mungkinkah Rusia Menginvasi Ukraina?
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Perintahkan Pasukannya untuk Siaga Tinggi
Vladimir Putin Umumkan...
Vladimir Putin Umumkan Operasi Militer di Ukraina
Putin Setujui Doktrin...
Putin Setujui Doktrin Kebijakan Luar Negeri Baru Berdasarkan Dunia Rusia
Vladimir Putin Hendak...
Vladimir Putin Hendak Kerahkan Senjata Nuklir, Uni Eropa Murka
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
2 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
3 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
4 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
5 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
5 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved