AS Kecam Keputusan Iran Kembali Kurangi Komitmen Kesepakatan Nuklir
Sabtu, 07 September 2019 - 17:27 WIB
AS Kecam Keputusan Iran Kembali Kurangi Komitmen Kesepakatan Nuklir
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) melemparkan kecaman atas keputusan Iran untuk kembali mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan nuklir. Washington menyebut hal tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa diterima.
"Kemarin mereka mengumumkan, bahwa mereka akan terus melakukan lebih banyak penelitian dan pengembangan pada sistem senjata nuklir mereka. Hal-hal itu tidak dapat diterima," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.
"Selama berbulan-bulan, Presiden (Donald) Trump telah mengatakan bahwa dia akan senang bertemu dengan kepemimpinan Iran tanpa prasyarat. Tapi, hasil dari percakapan itu juga ambigu," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Sabtu (7/9).
Selain mengakhiri langkah-langkah nuklir, Pompeo mengatakan, AS ingin Iran untuk mengakhiri "kampanye teror" melalui kelompok-kelompok proksi dan pengembangan rudal.
Sementara itu, sebelumnya Senator AS dari Partai Republik, Ted Cruz mengatakan, sudah waktunya untuk mengakhiri sandiwara dan membongkar sepenuhnya perjanjian nuklir Iran. Dia menyebut, kesepakatan itu melegalkan tindakan ilegal Iran.
"Sayangnya, masyarakat internasional tampaknya enggan untuk menanggapi. Kesepakatan itu dibangun untuk memungkinkan kecurangan Iran yang tidak terdeteksi, sementara memberi insentif kepada Eropa untuk mengabaikan pelanggaran apa pun yang ditemukan, dan itulah yang terjadi," ucap Cruz.
Cruz mengatakan, Trump harus memerintahkan pemerintahannya untuk berhenti mengeluarkan keringanan nuklir sipil, yang memungkinkan Iran membangun program nuklirnya. Dia juga mendesak Washington untuk pergi ke PBB dan memohon hak sepihak AS untuk mundur dari kesepakatan dan memaksakan kembali sanksi PBB.
"Kemarin mereka mengumumkan, bahwa mereka akan terus melakukan lebih banyak penelitian dan pengembangan pada sistem senjata nuklir mereka. Hal-hal itu tidak dapat diterima," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.
"Selama berbulan-bulan, Presiden (Donald) Trump telah mengatakan bahwa dia akan senang bertemu dengan kepemimpinan Iran tanpa prasyarat. Tapi, hasil dari percakapan itu juga ambigu," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Sabtu (7/9).
Selain mengakhiri langkah-langkah nuklir, Pompeo mengatakan, AS ingin Iran untuk mengakhiri "kampanye teror" melalui kelompok-kelompok proksi dan pengembangan rudal.
Sementara itu, sebelumnya Senator AS dari Partai Republik, Ted Cruz mengatakan, sudah waktunya untuk mengakhiri sandiwara dan membongkar sepenuhnya perjanjian nuklir Iran. Dia menyebut, kesepakatan itu melegalkan tindakan ilegal Iran.
"Sayangnya, masyarakat internasional tampaknya enggan untuk menanggapi. Kesepakatan itu dibangun untuk memungkinkan kecurangan Iran yang tidak terdeteksi, sementara memberi insentif kepada Eropa untuk mengabaikan pelanggaran apa pun yang ditemukan, dan itulah yang terjadi," ucap Cruz.
Cruz mengatakan, Trump harus memerintahkan pemerintahannya untuk berhenti mengeluarkan keringanan nuklir sipil, yang memungkinkan Iran membangun program nuklirnya. Dia juga mendesak Washington untuk pergi ke PBB dan memohon hak sepihak AS untuk mundur dari kesepakatan dan memaksakan kembali sanksi PBB.
(esn)