RI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Robert Mugabe

Sabtu, 07 September 2019 - 12:32 WIB
RI Sampaikan Duka Cita...
RI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Robert Mugabe
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya mantan diktator Zimbabwe, Robert Mugabe. Mugbe meninggal dunia pada usia 95 tahun.

"Indonesia menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya mantan Presiden dan bapak pendiri Republik Zimbabwe, Robert Mugabe, di Singapura, pada usia 95 tahun," kata Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui akun Twitternya pada Sabtu (7/9).

Dilahirkan pada 21 Februari 1924, dari keluarga Katolik di Misi Kutama barat laut Harare, Mugabe digambarkan sebagai anak yang penyendiri dan rajin belajar. Ia dikenal kerap membawa buku bahkan ketika merawat ternak.

Setelah ayahnya yang tukang kayu meninggalkan keluarga ketika dia berusia 10 tahun, Mugabe muda berkonsentrasi pada studinya. Ia kemudian memenuhi syarat sebagai guru sekolah pada usia 17 tahun.

Sebagai seorang intelektual yang awalnya menganut Marxisme, ia mendaftarkan diri di Universitas Fort Hare di Afrika Selatan. Di sini ia bertemu banyak pemimpin nasionalis kulit hitam masa depan Afrika Selatan.

Setelah mengajar di Ghana, di mana ia dipengaruhi oleh presiden pendiri negara itu Kwame Nkrumah, Mugabe kembali ke tempat yang sebelumnya bernama Rhodesia. Ia sempata ditahan Rhodesia karena kegiatan nasionalisnya pada tahun 1964 dan menghabiskan 10 tahun berikutnya di kamp penjara atau penjara.

Selama penahanannya, ia memperoleh tiga derajat melalui korespondensi, tetapi tahun-tahun di penjara memilukan.

Putra Mugabe yang berusia empat tahun dari istri pertamanya, Sally Francesca Hayfron, kelahiran Ghana, meninggal ketika ia berada di balik jeruji besi. Pemimpin Rhodesian Ian Smith melarangnya pergi untuk menghadiri pemakaman.

Dia pernah terkenal mengatakan bahwa dia akan memerintah negaranya sampai dia berusia 100 tahun, dan banyak yang berharap dia mati di kursi kekuasaan. Tetapi meningkatnya ketidakpuasan terhadap kepemimpinannya dan sejumlah masalah lain mendorong intervensi militer, proses pemakzulan oleh parlemen dan demonstrasi jalanan besar-besaran mengiringi lengsernya Mugabe.

Mugabe awalnya sempat mengabaikan seruan untuk lengser. Namun pada 21 November 2017 ia mengumumkan pengunduran dirinya yang sontak dirayakan dengan liar oleh warga Zimbabwe di jalan-jalan Ibu Kota Harare.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
30 menit yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
1 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
1 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
2 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
2 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Tom Lembong...
5 Alasan Tom Lembong Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun Penjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved