Di Yogyakarta, RI-Iran Bahas Isu strategis Kekonsuleran

Kamis, 29 Agustus 2019 - 22:33 WIB
Di Yogyakarta, RI-Iran...
Di Yogyakarta, RI-Iran Bahas Isu strategis Kekonsuleran
A A A
YOGYAKARTA -

Pemerintah Indonesia dan Iran dilaporkan mengadakan The 5th Indonesia-Iran Consular Consultation di Yogyakarta. Pertemuan ini membahas berbagai permasalahan kekonsuleran, seperti notifikasi dan akses konsuler yang cepat bagi WNI, pekerja migran tidak berdokumen, bantuan hukum timbal balik dan ekstradisi, fasilitas visa bagi warga negara Iran dan isu terkait kekonsuleran lainnya.

Menurut plt. Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Indonesia, Winanto Adi, pelaksanaan konsultasi tersebut merupakan forum yang tepat untuk menyelesaikan berbagai masalah kekonsuleran yang bersifat strategis, yang dihadapi oleh kedua negara.
Salah satu fokus strategis diantaranya memperjuangkan perlindungan WNI di Iran, yaitu Narapidana wanita, Sutini yang tengah menjalani hukuman. Pemerintah Iran menyambut permintaan penyelesaian pembebasan bersyarat sesuai prosedur.

Selain itu, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Kamis (29/8), dalam diskusi juga dibahas masalah kesejahteraan tahanan Iran dan Indonesia, serta mekanisme fasilitasi guna memastikan akses konsuler berjalan dengan lancar dan teratur.

Pada gilirannya, Iran menyampaikan terdapat sekitar 66 orang narapidana asal Iran di Indonesia danmengharapkan kiranya Indonesia mengabulkan permintaan pemindahan narapidana untuk 30 tahanan yang terdiri dari 28 pria dan dua wanita.

Dalam pembahasan Repatriasi Pengungsi Iran, terdapat pencari suaka asal Iran di Indonesia yang diperkirakan mencapai 363 pengungsi dari sekitar 14 ribu pengungsi di Indonesia.

Dalam rangka memperkuat hubungan udara antara kedua negara, delegasi Iran menyampaikan permintaan untuk membuka jalur penerbangan antara Indonesia dan Iran, serta pengajuan permintaan rute penerbangan langsung antara Taheran-Jakarta atau Taheran-Bali oleh maskapai Iran, Mahan Air.

Maskapai tersebut telah melakukan penerbangan perdana chartered flight pada 19 Maret 2018 lalu. Menanggapi hal tersebut, Direktur Konsuler Kementerian Luar Negeri, Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa permohonan pengajuan rute penerbangan tersebut, akan disampaikan kepada pihak berwenang terkait di Indonesia.

(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
43 menit yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
1 jam yang lalu
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
1 jam yang lalu
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
2 jam yang lalu
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
2 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved